Jawa Tengah – Penguatan kegiatan kokurikuler menjadi salah satu perhatian dalam implementasi Pembelajaran Mendalam di sekolah dasar. Melalui kegiatan SERABI SOLO, para guru mendapatkan ruang untuk belajar dan bertukar pengalaman dalam merancang kegiatan kokurikuler yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan bertema “Penguatan Kokurikuler dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam di SD” tersebut diikuti sekitar 50 guru kelas dari KKG Gugus Melati Dabin I Kecamatan Kerjo. Kegiatan berlangsung di BBGTK Jawa Tengah dengan menghadirkan Drs. Yuli Cahyono, M.Pd. sebagai narasumber.
Guru Belajar Merancang Kokurikuler
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai berbagai aspek kokurikuler, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga asesmen. Guru didorong untuk merancang kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian aktivitas, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan dan perkembangan setiap murid.
Kokurikuler dapat menjadi ruang bagi peserta didik untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran dengan pengalaman dan situasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan kokurikuler diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan memiliki keterkaitan dengan kehidupan nyata murid.
Menggunakan Siklus Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi
Dalam implementasi Pembelajaran Mendalam, guru diperkenalkan pada siklus Memahami – Mengaplikasi – Merefleksi.
Tahap memahami membantu murid membangun pengetahuan dan pemahaman terhadap suatu konsep. Selanjutnya, murid diberi kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut melalui kegiatan yang relevan.
Pada tahap refleksi, murid diajak melihat kembali pengalaman belajar yang telah dilalui, memahami prosesnya, serta mengaitkannya dengan nilai dan pembelajaran yang diperoleh.
Siklus tersebut dapat membantu guru merancang kegiatan kokurikuler yang mendorong peserta didik tidak hanya memahami materi, tetapi juga mengembangkan kompetensi dan karakter melalui pengalaman langsung.
Kokurikuler Jadi Jembatan Pembelajaran
Kegiatan kokurikuler dapat menjadi jembatan antara pembelajaran di kelas dengan pengalaman nyata. Melalui kegiatan yang dirancang secara kontekstual, murid memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menerapkan nilai-nilai yang dipelajari.
Karena itu, guru perlu mempertimbangkan tujuan kegiatan, karakteristik murid, serta pengalaman belajar yang ingin dibangun ketika menyusun program kokurikuler.
Melalui SERABI SOLO, para guru diharapkan semakin siap mengembangkan praktik kokurikuler yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah.
Penguatan kapasitas guru tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada perkembangan murid.








