Kudus, Jawa Tengah – Pemerintah terus memperkuat upaya menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia melalui perluasan akses terhadap buku bacaan berkualitas. Langkah tersebut diwujudkan melalui distribusi 5,5 juta buku bacaan bermutu untuk jenjang SD dan SMP yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penguatan literasi dan numerasi merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia unggul.
“Kami berusaha dengan segala kemampuan agar minat baca anak dapat ditingkatkan. Bersama mitra, termasuk Pura Barutama dan PT Mars Akbar Mandiri, kami berharap program ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti saat Pelepasan 5,5 Juta Buku Bacaan Bermutu untuk SD dan SMP di Kudus.
Literasi Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Menurut Mendikdasmen, penyediaan buku bacaan bermutu tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah pusat. Pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat juga memiliki peran penting dalam memperluas akses terhadap bahan bacaan berkualitas.
Ia menekankan bahwa budaya membaca harus terus dibangun karena tidak semua pengetahuan dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.
Rumah Pendidikan Hadirkan Buku Digital Gratis
Selain mendistribusikan buku cetak, Kemendikdasmen juga menghadirkan platform Rumah Pendidikan, yang memungkinkan guru dan peserta didik mengakses berbagai sumber belajar secara gratis.
Melalui platform tersebut, pengguna dapat mengunduh:
- Buku teks digital
- Buku nonteks
- Audiobook
- Video pembelajaran
Layanan ini diharapkan semakin memperluas pemerataan akses terhadap sumber belajar yang berkualitas di seluruh Indonesia.
Dukungan untuk Pendidikan Inklusif
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, mengapresiasi langkah Kemendikdasmen dalam menyediakan bahan bacaan yang inklusif, termasuk buku huruf Braille, audiobook, dan video pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus.
Menurutnya, upaya tersebut perlu terus diperkuat sebagai bagian dari peningkatan kualitas literasi nasional.
Distribusi Menjangkau 38 Provinsi
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa distribusi buku tahun ini menjangkau 510 kabupaten/kota di 38 provinsi.
Sekolah penerima diprioritaskan berdasarkan hasil Asesmen Nasional (AN), khususnya satuan pendidikan yang masih berada di bawah kompetensi minimum pada aspek literasi.
Setiap paket buku yang dikirim juga telah dilengkapi dengan pedoman pemanfaatan sehingga guru, kepala sekolah, dan peserta didik dapat menggunakannya secara optimal.
“Di dalam buku-buku yang dikirimkan sudah dilengkapi dengan pedoman pemanfaatan sehingga memudahkan guru, kepala sekolah, dan murid dalam menggunakannya,” jelas Hafidz.
Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Kemendikdasmen berharap semakin banyak anak Indonesia memperoleh akses terhadap bacaan berkualitas sehingga tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.









