Jakarta – Para ilmuwan menemukan struktur raksasa yang tersembunyi jauh di dalam Bumi, sekitar 2.000 kilometer di bawah permukaan. Struktur tersebut bukan gunung seperti yang terlihat di permukaan, melainkan wilayah pegunungan yang berada di bagian dalam Bumi dan dikenal sebagai Large Low-Shear-Velocity Provinces (LLSVP).
Salah satu struktur terbesar berada di bawah Afrika, sementara struktur lainnya berada di bawah kawasan Samudra Pasifik. Keberadaannya diketahui melalui penelitian gelombang seismik yang merambat melewati bagian dalam Bumi.
Bukan Gunung seperti di Permukaan
Istilah “gunung tersembunyi” dalam pemberitaan ini tidak berarti ada gunung berbentuk kerucut seperti Gunung Everest yang berada 2.000 kilometer di bawah tanah.
Struktur tersebut merupakan massa batuan raksasa di dalam mantel Bumi yang memiliki karakteristik berbeda dari material di sekitarnya.
Para ilmuwan dapat mempelajarinya dengan mengamati bagaimana gelombang gempa bergerak melewati bagian dalam planet. Kecepatan gelombang seismik berubah ketika melewati material dengan komposisi, temperatur, atau struktur yang berbeda.
Dari pola tersebut, ilmuwan dapat membuat gambaran mengenai struktur yang tidak mungkin diamati secara langsung.
Berada Jauh di Dalam Mantel Bumi
Struktur LLSVP berada di bagian bawah mantel Bumi, dekat dengan batas antara mantel dan inti luar.
Kedalamannya mencapai sekitar 2.000–2.900 kilometer dari permukaan, sehingga manusia tidak mungkin melakukan pengamatan langsung menggunakan pengeboran.
Penelitian terhadap struktur ini penting karena dapat membantu ilmuwan memahami bagaimana bagian dalam Bumi bergerak dan berevolusi selama jutaan hingga miliaran tahun.
Salah Satunya di Bawah Afrika
Salah satu LLSVP terbesar berada di bawah Benua Afrika. Struktur ini dikenal sebagai African Large Low-Shear-Velocity Province.
Struktur lainnya berada di bawah Samudra Pasifik dan dikenal sebagai Pacific Large Low-Shear-Velocity Province.
Keduanya memiliki ukuran sangat besar dan diperkirakan memainkan peran penting dalam dinamika mantel Bumi.
Bisa Berkaitan dengan Aktivitas Geologi
Keberadaan struktur raksasa tersebut juga menarik perhatian karena bagian dalam Bumi terus bergerak akibat panas dan perbedaan kepadatan material.
Gerakan material di mantel berkaitan dengan proses geologi yang berlangsung dalam skala waktu sangat panjang, termasuk pergerakan lempeng tektonik dan aktivitas vulkanik.
Para ilmuwan masih terus meneliti asal-usul LLSVP. Salah satu pertanyaan besar adalah apakah struktur tersebut terbentuk dari material Bumi purba yang bertahan sejak miliaran tahun lalu atau merupakan hasil proses geologi yang lebih baru.
Jadi, “gunung” yang dimaksud bukan gunung biasa, melainkan struktur batuan raksasa di kedalaman Bumi. Penemuan dan penelitian terhadapnya membantu ilmuwan mengungkap seperti apa sebenarnya bagian dalam planet yang kita tinggali.



















