Jakarta – Musik bukan hanya hiburan. Sebuah studi menunjukkan adanya hubungan antara jenis musik yang disukai seseorang dengan kemampuan kognitif atau kecerdasannya. Namun, temuan tersebut perlu dipahami sebagai hubungan atau korelasi, bukan berarti jenis musik tertentu secara otomatis membuat seseorang menjadi lebih cerdas.
Musik memang diketahui berkaitan erat dengan aktivitas otak. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa musik dapat menjadi stimulus yang memengaruhi aspek kognitif dan emosional, termasuk perhatian, konsentrasi, memori, serta kemampuan mengenali pola.
Selera Musik dan Karakter Kognitif
Ketertarikan seseorang terhadap musik dapat mencerminkan berbagai aspek psikologis dan kognitif. Preferensi musik terbentuk dari banyak faktor, seperti pengalaman, lingkungan, kepribadian, dan kebiasaan mendengarkan.
Karena itu, ketika penelitian menemukan kaitan antara selera musik dan kecerdasan, bukan berarti orang yang mendengarkan genre tertentu pasti memiliki IQ lebih tinggi.
Hubungan tersebut lebih tepat dipahami sebagai adanya pola tertentu antara preferensi musik dengan karakteristik individu.
Musik Berhubungan dengan Aktivitas Otak
Musik melibatkan berbagai proses di dalam otak. Ketika seseorang mendengarkan musik, otak memproses unsur seperti ritme, melodi, nada, dan emosi secara bersamaan.
Penelitian dan kajian mengenai musik juga menunjukkan bahwa aktivitas musikal dapat berkaitan dengan kemampuan seperti konsentrasi, kreativitas, kemampuan bahasa, hingga pemrosesan pola.
Bahkan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebelumnya menggelar forum Music and Brain yang membahas hubungan antara musik, kreativitas musikal, dan otak bersama akademisi internasional.
Jangan Menilai Kecerdasan dari Playlist
Meski demikian, hasil studi tidak dapat dijadikan dasar untuk mengatakan bahwa genre musik tertentu adalah musik untuk orang pintar, sedangkan genre lainnya menunjukkan kecerdasan rendah.
Kecerdasan merupakan sesuatu yang kompleks dan dipengaruhi berbagai faktor. Selera musik juga sangat personal dan dapat berubah sepanjang kehidupan.
Jadi, jika playlist kamu berbeda dengan teman atau orang lain, tidak perlu khawatir soal tingkat kecerdasan. Musik yang kamu dengarkan lebih banyak bercerita tentang preferensi, pengalaman, dan bagaimana kamu menikmati suara serta emosi yang ditimbulkannya.
Intinya, musik dan otak memang memiliki hubungan yang menarik, tetapi jangan menyederhanakannya menjadi “genre musik = tingkat kecerdasan”.



















