idsch.id
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, 22 October 2026
  • Beranda
  • Berita

    83,5 Persen Guru Swasta Bergaji di Bawah Rp2 Juta, Komisi X DPR Dorong Standar Upah Minimum Guru

    Gerindra Soroti Listrik Padam dan Antrean BBM, Bahlil Lahadalia Didesak Dievaluasi

    Raja Juli Antoni Didesak Dicopot dari Menteri Kehutanan di Tengah Sorotan Karhutla, Ini Alasannya

    PDIP Buka Dialog dengan PKS soal Hak Angket Ijazah Gibran, Keputusan Fraksi Belum Final

    SMAN 6 Tasikmalaya Olah Sisa Makanan MBG Jadi Pakan Ayam dan Ikan, Program Berjalan Sejak 2025

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Beasiswa Garuda 2027 Segera Dibuka, IQ Minimal 120 Jadi Salah Satu Syarat Utama

    20 Siswa dan Alumni SMK Indonesia Raih 9 Penghargaan di WorldSkills Shanghai 2026

    Siswa Terduga Pelaku Bullying di Penabur Dikeluarkan, Pengawalan Tentara Jadi Sorotan

    anen Raya di SDN Cengkareng Barat 13, Siswa Belajar dari Kebun hingga Kolam Ikan

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Syarat IP KJMU Tahap II 2026, Ini Minimal Nilai untuk Mahasiswa PTN dan PTS

    KJP Plus Tahap II 2026 Gelombang I Cair, Ini Besaran Dana dan Ketentuannya

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Ini Syarat Indeks Prestasi bagi Mahasiswa

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    20 Guru di Ambon Diduga Jadi Korban Penipuan SK Kenaikan Pangkat Bodong, Inspektorat Turun Tangan

    Kreatif! Guru Ubah Lirik Lagu Jadi Media Pembelajaran agar Siswa Lebih Mudah Mengingat Materi

    Komunitas Belajar Strada Bekasi Gelar Pelatihan Koding dan AI untuk Guru SD Kelas V dan VI

    Mulai 2027, Pemerintah Siapkan Pengalihan 242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    3 Pelanggaran TKA 2026 yang Sering Tak Disadari Siswa, Apa Saja?

    Penerimaan Murid SMA Unggul Garuda 2027 Makin Dekat, Simak Persiapannya

    Polisi Periksa 8 Siswa Diduga Korban Penamparan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang

    8 Siswa SMPN 18 Malang Korban Dugaan Penamparan Dapat Pendampingan Psikologis

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    Pelatihan Teknis Guru Pamong dan Dosen PPG Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    Pengumuman PPG Calon Guru 2026: Hasil Wawancara Sudah Bisa Dicek di SIMPKB

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Kisah Haifa, Lulusan UNJ yang Dapat Pekerjaan Sebelum Wisuda Berkat Pengalaman Magang

    NASA Ungkap Bumi Menghadapi Krisis Air, Cadangan Air Tawar Global Turun Drastis

    NASA Ungkap Bumi Menghadapi Krisis Air, Cadangan Air Tawar Global Turun Drastis

    Potret Flora dan Fauna Tanjung Puting yang Terancam Kebakaran, Habitat Orangutan Jadi Sorotan

    Potret Flora dan Fauna Tanjung Puting yang Terancam Kebakaran, Habitat Orangutan Jadi Sorotan

    Dua Guru BK As-Shofa Pekanbaru Masuk Top 10 Changemaker Mentari National Awards 2026

No Result
View All Result
Advertisement
  • Beranda
  • Berita

    83,5 Persen Guru Swasta Bergaji di Bawah Rp2 Juta, Komisi X DPR Dorong Standar Upah Minimum Guru

    Gerindra Soroti Listrik Padam dan Antrean BBM, Bahlil Lahadalia Didesak Dievaluasi

    Raja Juli Antoni Didesak Dicopot dari Menteri Kehutanan di Tengah Sorotan Karhutla, Ini Alasannya

    PDIP Buka Dialog dengan PKS soal Hak Angket Ijazah Gibran, Keputusan Fraksi Belum Final

    SMAN 6 Tasikmalaya Olah Sisa Makanan MBG Jadi Pakan Ayam dan Ikan, Program Berjalan Sejak 2025

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Beasiswa Garuda 2027 Segera Dibuka, IQ Minimal 120 Jadi Salah Satu Syarat Utama

    20 Siswa dan Alumni SMK Indonesia Raih 9 Penghargaan di WorldSkills Shanghai 2026

    Siswa Terduga Pelaku Bullying di Penabur Dikeluarkan, Pengawalan Tentara Jadi Sorotan

    anen Raya di SDN Cengkareng Barat 13, Siswa Belajar dari Kebun hingga Kolam Ikan

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Syarat IP KJMU Tahap II 2026, Ini Minimal Nilai untuk Mahasiswa PTN dan PTS

    KJP Plus Tahap II 2026 Gelombang I Cair, Ini Besaran Dana dan Ketentuannya

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Ini Syarat Indeks Prestasi bagi Mahasiswa

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    20 Guru di Ambon Diduga Jadi Korban Penipuan SK Kenaikan Pangkat Bodong, Inspektorat Turun Tangan

    Kreatif! Guru Ubah Lirik Lagu Jadi Media Pembelajaran agar Siswa Lebih Mudah Mengingat Materi

    Komunitas Belajar Strada Bekasi Gelar Pelatihan Koding dan AI untuk Guru SD Kelas V dan VI

    Mulai 2027, Pemerintah Siapkan Pengalihan 242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    3 Pelanggaran TKA 2026 yang Sering Tak Disadari Siswa, Apa Saja?

    Penerimaan Murid SMA Unggul Garuda 2027 Makin Dekat, Simak Persiapannya

    Polisi Periksa 8 Siswa Diduga Korban Penamparan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang

    8 Siswa SMPN 18 Malang Korban Dugaan Penamparan Dapat Pendampingan Psikologis

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    Pelatihan Teknis Guru Pamong dan Dosen PPG Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    Pengumuman PPG Calon Guru 2026: Hasil Wawancara Sudah Bisa Dicek di SIMPKB

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Kisah Haifa, Lulusan UNJ yang Dapat Pekerjaan Sebelum Wisuda Berkat Pengalaman Magang

    NASA Ungkap Bumi Menghadapi Krisis Air, Cadangan Air Tawar Global Turun Drastis

    NASA Ungkap Bumi Menghadapi Krisis Air, Cadangan Air Tawar Global Turun Drastis

    Potret Flora dan Fauna Tanjung Puting yang Terancam Kebakaran, Habitat Orangutan Jadi Sorotan

    Potret Flora dan Fauna Tanjung Puting yang Terancam Kebakaran, Habitat Orangutan Jadi Sorotan

    Dua Guru BK As-Shofa Pekanbaru Masuk Top 10 Changemaker Mentari National Awards 2026

No Result
View All Result
idsch.id
No Result
View All Result
Home Berita

Anak Krakatau Masih Siaga, Potensi Erupsi Susulan Tinggi Ini Bahayanya

7 September 2026
in Berita
8 min read
251
0
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih menjadi perhatian pemerintah. Meski episode erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam telah berakhir, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan potensi letusan dalam beberapa waktu ke depan masih tergolong tinggi.

Masyarakat diminta tetap waspada karena aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih berlangsung. Status Gunung Anak Krakatau juga masih berada pada Level III atau Siaga.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa berakhirnya satu episode erupsi tidak serta-merta berarti aktivitas gunung telah sepenuhnya aman.

Erupsi Menerus Berlangsung Sekitar 25 Jam

PVMBG mencatat episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau mulai terjadi pada Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB.

Episode tersebut kemudian berakhir pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Dengan demikian, erupsi menerus berlangsung selama kurang lebih 25 jam.

Setelah episode erupsi menerus berakhir, aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak langsung berhenti.

PVMBG masih mencatat adanya erupsi dengan karakter Strombolian, yakni letusan yang terjadi secara berkala dengan intensitas relatif lebih ringan dibandingkan episode erupsi menerus sebelumnya.

Badan Geologi menyebut kembalinya pola Strombolian untuk sementara menjadi indikasi berakhirnya episode erupsi menerus tersebut. Namun, aktivitas vulkanik tetap harus dipantau karena kondisi kegempaan masih tinggi.

Anak Krakatau Kembali Erupsi pada Minggu Malam

Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali terdeteksi pada Minggu, 6 September 2026 pukul 20.23 WIB.

Erupsi tersebut tidak teramati secara visual, tetapi terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 58 mm dan durasi sekitar 44 detik.

Sebaran material erupsi juga masih berdampak terhadap sejumlah wilayah hingga Senin, 7 September 2026.

Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat di wilayah terdampak masih perlu mengikuti perkembangan informasi dari lembaga resmi.

Potensi Letusan Susulan Masih Tinggi

Kepala PVMBG Siti Sumilah Rita Susilawati menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih dinamis.

Berdasarkan evaluasi Badan Geologi, kemungkinan terjadinya letusan dalam beberapa periode berikutnya masih cukup tinggi. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap berakhirnya erupsi menerus sebagai tanda bahwa seluruh risiko telah hilang.

Potensi bahaya yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Lontaran batu pijar
  • Hujan abu vulkanik lebat
  • Aliran lava, apabila erupsi menerus kembali terjadi

Jenis bahaya tersebut dapat berubah sesuai perkembangan aktivitas gunung.

Status Gunung Anak Krakatau Masih Level III

Badan Geologi masih mempertahankan status aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

Status ini ditetapkan berdasarkan hasil pemantauan berbagai parameter gunung api, termasuk aktivitas kegempaan dan pengamatan visual.

Pada periode pemantauan terbaru, Badan Geologi masih mencatat sejumlah aktivitas gempa yang menunjukkan adanya dinamika di dalam tubuh gunung. Karena itu, pemantauan terus dilakukan untuk mendeteksi perubahan aktivitas sedini mungkin.

Warga Dilarang Mendekati Pusat Aktivitas

Dengan status Siaga, masyarakat, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak melakukan aktivitas di sekitar pusat erupsi.

Badan Geologi merekomendasikan masyarakat untuk tidak mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Imbauan tersebut terutama ditujukan untuk mencegah masyarakat terpapar langsung material vulkanik maupun bahaya lain yang dapat muncul secara tiba-tiba.

Abu Vulkanik Masih Mengganggu Sejumlah Wilayah

Selain bahaya di sekitar gunung, erupsi Anak Krakatau juga berdampak terhadap wilayah yang cukup jauh akibat penyebaran abu vulkanik.

Berdasarkan informasi yang dikutip detikEdu dari BMKG Wilayah II, pola sebaran abu mengarah ke sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda dan Pulau Jawa serta Sumatra.

Sebagian wilayah yang terdampak mencakup:

  • DKI Jakarta
  • Banten
  • Lampung
  • Jawa Barat

Arah sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin sehingga masyarakat perlu mengikuti pembaruan informasi dari otoritas terkait.

Delapan Bandara Sempat Ditutup

Dampak erupsi juga terasa pada sektor penerbangan.

Perum LPPNPI menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) terkait penutupan sementara sejumlah bandara karena kondisi abu vulkanik.

Delapan bandara yang tercatat terdampak adalah:

  1. Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang
  2. Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
  3. Bandara Radin Inten II, Lampung
  4. Bandara Husein Sastranegara, Bandung
  5. Bandara Budiarto, Curug
  6. Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan
  7. Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Pesisir Barat, Lampung
  8. Bandara Atungbusu, Sumatra Selatan

Penutupan tersebut berkaitan dengan risiko abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan.

Abu vulkanik dapat menjadi ancaman serius bagi pesawat karena partikel halusnya dapat mengganggu visibilitas dan berpotensi masuk ke mesin pesawat.

Masyarakat Diminta Tidak Panik

Meski potensi letusan masih tinggi, masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang.

Badan Geologi mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi, termasuk isu yang mengaitkan aktivitas Anak Krakatau dengan potensi tsunami tanpa dasar informasi resmi.

Masyarakat dianjurkan mengikuti arahan pemerintah daerah, BPBD, PVMBG, BMKG, dan lembaga resmi lainnya.

Dengan mengikuti informasi resmi, masyarakat dapat mengambil langkah mitigasi berdasarkan kondisi aktual, bukan berdasarkan rumor yang beredar di media sosial.

Gunakan Masker Saat Terpapar Abu Vulkanik

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik juga perlu memperhatikan perlindungan kesehatan.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Abu vulkanik terdiri dari partikel yang sangat halus sehingga dapat masuk ke saluran pernapasan. Pada orang tertentu, paparan tersebut dapat memicu iritasi dan memperburuk gangguan pernapasan.

Karena itu, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika konsentrasi abu meningkat.

Sekolah dan Kampus Mulai Menyesuaikan Kegiatan

Dampak erupsi juga memengaruhi sektor pendidikan.

Sejumlah daerah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk mengurangi aktivitas siswa di luar rumah. Kemdiktisaintek juga memberikan ruang bagi perguruan tinggi terdampak untuk menerapkan PJJ dan Work From Home (WFH) bagi dosen serta tenaga kependidikan pada unit yang memungkinkan.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan warga pendidikan selama paparan abu vulkanik masih berlangsung.

Potensi Bahaya Masih Harus Dipantau

Kepala Badan Geologi Lana Saria menyatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau setelah episode erupsi menerus berakhir.

Pada periode 6-7 September, aktivitas kegempaan masih menunjukkan dinamika yang tinggi. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk mempertahankan status Level III atau Siaga.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat sebaiknya tidak hanya melihat apakah gunung sedang mengeluarkan letusan besar atau tidak. Parameter kegempaan dan perubahan aktivitas vulkanik juga menjadi indikator penting dalam menentukan tingkat bahaya.

Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat selama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tinggi.

Pertama, jangan mendekati radius yang telah ditetapkan PVMBG.

Kedua, gunakan masker apabila berada di wilayah yang terkena abu vulkanik.

Ketiga, kurangi aktivitas di luar ruangan ketika abu sedang pekat.

Keempat, lindungi makanan dan sumber air dari paparan abu.

Kelima, pantau informasi dari PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah.

Keenam, jangan mudah percaya informasi mengenai erupsi yang belum dikonfirmasi oleh lembaga resmi.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu masyarakat mengurangi risiko selama kondisi vulkanik masih dinamis.

Kesimpulan

PVMBG menyatakan potensi letusan Gunung Anak Krakatau masih tergolong tinggi meskipun episode erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam telah berakhir.

Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga dan kembali menunjukkan aktivitas erupsi Strombolian setelah episode erupsi menerus selesai. Aktivitas kegempaan yang masih tinggi membuat kemungkinan terjadinya erupsi lanjutan tetap perlu diwaspadai.

Bahaya yang mungkin terjadi meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.

Masyarakat di sekitar Selat Sunda, Banten, Lampung, Jakarta, dan wilayah lain yang terdampak abu diminta tetap tenang, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat abu meningkat, menggunakan masker, serta mengikuti arahan resmi pemerintah.

Yang terpenting, berakhirnya satu episode erupsi bukan berarti Gunung Anak Krakatau sudah sepenuhnya aman. Pemantauan dan kewaspadaan tetap diperlukan hingga ada perubahan status berdasarkan evaluasi PVMBG.

Tags: abu vulkanikAnak KrakatauBadan Geologibantenbencana alamerupsi Anak KrakatauGunung Anak Krakataugunung apijakartaLampungletusan gunungLevel III SiagaMitigasi BencanaPVMBGSelat Sunda
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

6 January 2021
Panduan Aplikasi SIDANIRA

Panduan Aplikasi SIDANIRA

10 April 2020
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

3 July 2022

83,5 Persen Guru Swasta Bergaji di Bawah Rp2 Juta, Komisi X DPR Dorong Standar Upah Minimum Guru

0
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

0
5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

0

83,5 Persen Guru Swasta Bergaji di Bawah Rp2 Juta, Komisi X DPR Dorong Standar Upah Minimum Guru

22 October 2026

Gerindra Soroti Listrik Padam dan Antrean BBM, Bahlil Lahadalia Didesak Dievaluasi

22 October 2026

Raja Juli Antoni Didesak Dicopot dari Menteri Kehutanan di Tengah Sorotan Karhutla, Ini Alasannya

22 October 2026
idsch.id

Copyright © 2020 idsch.id.

Navigasi Situs

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Siswa
    • Rumah Belajar
    • Ujian Nasional
    • Bank Soal
    • Beasiswa
  • Sekolah
    • Dana BOS
    • PPDB
    • Dapodik
    • Direktori
  • Orang Tua
    • Parenting
    • Info Lomba
  • Guru
    • Administrasi
    • Sertifikasi
    • Bahan Ajar
    • Lowongan

Copyright © 2020 idsch.id.

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In