idsch.id
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, 23 October 2026
  • Beranda
  • Berita

    AI Makin Masif di Kampus, Dosen Juga Pakai Kecerdasan Buatan untuk Menilai Tugas Mahasiswa?

    Survei 2026: Warga AS Lebih Takut AI Merusak Politik daripada Serangan Teroris

    Beasiswa Afirmasi Nakes Prioritas Nasional 2026 Dibuka, Ini 9 Prodi, Syarat, dan Jadwal Seleksinya

    AI Makin Marak di Kampus, Dosen Juga Pakai Kecerdasan Buatan untuk Menilai Tugas Mahasiswa?

    Mahasiswa Mulai Ketergantungan AI untuk Tugas Kuliah, Beban Akademik hingga Sistem Pendidikan Jadi Sorotan

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Beasiswa Garuda 2027 Segera Dibuka, IQ Minimal 120 Jadi Salah Satu Syarat Utama

    20 Siswa dan Alumni SMK Indonesia Raih 9 Penghargaan di WorldSkills Shanghai 2026

    Siswa Terduga Pelaku Bullying di Penabur Dikeluarkan, Pengawalan Tentara Jadi Sorotan

    anen Raya di SDN Cengkareng Barat 13, Siswa Belajar dari Kebun hingga Kolam Ikan

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Syarat IP KJMU Tahap II 2026, Ini Minimal Nilai untuk Mahasiswa PTN dan PTS

    KJP Plus Tahap II 2026 Gelombang I Cair, Ini Besaran Dana dan Ketentuannya

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Ini Syarat Indeks Prestasi bagi Mahasiswa

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    20 Guru di Ambon Diduga Jadi Korban Penipuan SK Kenaikan Pangkat Bodong, Inspektorat Turun Tangan

    Kreatif! Guru Ubah Lirik Lagu Jadi Media Pembelajaran agar Siswa Lebih Mudah Mengingat Materi

    Komunitas Belajar Strada Bekasi Gelar Pelatihan Koding dan AI untuk Guru SD Kelas V dan VI

    Mulai 2027, Pemerintah Siapkan Pengalihan 242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    3 Pelanggaran TKA 2026 yang Sering Tak Disadari Siswa, Apa Saja?

    Penerimaan Murid SMA Unggul Garuda 2027 Makin Dekat, Simak Persiapannya

    Polisi Periksa 8 Siswa Diduga Korban Penamparan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang

    8 Siswa SMPN 18 Malang Korban Dugaan Penamparan Dapat Pendampingan Psikologis

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    Pelatihan Teknis Guru Pamong dan Dosen PPG Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    Pengumuman PPG Calon Guru 2026: Hasil Wawancara Sudah Bisa Dicek di SIMPKB

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Kisah Haifa, Lulusan UNJ yang Dapat Pekerjaan Sebelum Wisuda Berkat Pengalaman Magang

    NASA Ungkap Bumi Menghadapi Krisis Air, Cadangan Air Tawar Global Turun Drastis

    NASA Ungkap Bumi Menghadapi Krisis Air, Cadangan Air Tawar Global Turun Drastis

    Potret Flora dan Fauna Tanjung Puting yang Terancam Kebakaran, Habitat Orangutan Jadi Sorotan

    Potret Flora dan Fauna Tanjung Puting yang Terancam Kebakaran, Habitat Orangutan Jadi Sorotan

    Dua Guru BK As-Shofa Pekanbaru Masuk Top 10 Changemaker Mentari National Awards 2026

No Result
View All Result
Advertisement
  • Beranda
  • Berita

    AI Makin Masif di Kampus, Dosen Juga Pakai Kecerdasan Buatan untuk Menilai Tugas Mahasiswa?

    Survei 2026: Warga AS Lebih Takut AI Merusak Politik daripada Serangan Teroris

    Beasiswa Afirmasi Nakes Prioritas Nasional 2026 Dibuka, Ini 9 Prodi, Syarat, dan Jadwal Seleksinya

    AI Makin Marak di Kampus, Dosen Juga Pakai Kecerdasan Buatan untuk Menilai Tugas Mahasiswa?

    Mahasiswa Mulai Ketergantungan AI untuk Tugas Kuliah, Beban Akademik hingga Sistem Pendidikan Jadi Sorotan

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Beasiswa Garuda 2027 Segera Dibuka, IQ Minimal 120 Jadi Salah Satu Syarat Utama

    20 Siswa dan Alumni SMK Indonesia Raih 9 Penghargaan di WorldSkills Shanghai 2026

    Siswa Terduga Pelaku Bullying di Penabur Dikeluarkan, Pengawalan Tentara Jadi Sorotan

    anen Raya di SDN Cengkareng Barat 13, Siswa Belajar dari Kebun hingga Kolam Ikan

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Syarat IP KJMU Tahap II 2026, Ini Minimal Nilai untuk Mahasiswa PTN dan PTS

    KJP Plus Tahap II 2026 Gelombang I Cair, Ini Besaran Dana dan Ketentuannya

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Ini Syarat Indeks Prestasi bagi Mahasiswa

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    20 Guru di Ambon Diduga Jadi Korban Penipuan SK Kenaikan Pangkat Bodong, Inspektorat Turun Tangan

    Kreatif! Guru Ubah Lirik Lagu Jadi Media Pembelajaran agar Siswa Lebih Mudah Mengingat Materi

    Komunitas Belajar Strada Bekasi Gelar Pelatihan Koding dan AI untuk Guru SD Kelas V dan VI

    Mulai 2027, Pemerintah Siapkan Pengalihan 242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    3 Pelanggaran TKA 2026 yang Sering Tak Disadari Siswa, Apa Saja?

    Penerimaan Murid SMA Unggul Garuda 2027 Makin Dekat, Simak Persiapannya

    Polisi Periksa 8 Siswa Diduga Korban Penamparan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang

    8 Siswa SMPN 18 Malang Korban Dugaan Penamparan Dapat Pendampingan Psikologis

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    Pelatihan Teknis Guru Pamong dan Dosen PPG Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    Pengumuman PPG Calon Guru 2026: Hasil Wawancara Sudah Bisa Dicek di SIMPKB

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Kisah Haifa, Lulusan UNJ yang Dapat Pekerjaan Sebelum Wisuda Berkat Pengalaman Magang

    NASA Ungkap Bumi Menghadapi Krisis Air, Cadangan Air Tawar Global Turun Drastis

    NASA Ungkap Bumi Menghadapi Krisis Air, Cadangan Air Tawar Global Turun Drastis

    Potret Flora dan Fauna Tanjung Puting yang Terancam Kebakaran, Habitat Orangutan Jadi Sorotan

    Potret Flora dan Fauna Tanjung Puting yang Terancam Kebakaran, Habitat Orangutan Jadi Sorotan

    Dua Guru BK As-Shofa Pekanbaru Masuk Top 10 Changemaker Mentari National Awards 2026

No Result
View All Result
idsch.id
No Result
View All Result
Home Berita

PISA 2025: Literasi dan Sains Indonesia Membaik, Ini Catatan OECD

10 September 2026
in Berita
10 min read
260
0
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 memberikan sejumlah catatan penting bagi dunia pendidikan Indonesia. Skor siswa Indonesia pada bidang sains dan membaca mengalami kenaikan dibandingkan PISA 2022, sementara skor matematika turun tipis.

Hasil PISA 2025 dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 8 September 2026. Asesmen ini melibatkan lebih dari 760.000 siswa dari 91 negara dan ekonomi di seluruh dunia. Di Indonesia, sebanyak 14.168 siswa dari 419 sekolah mengikuti asesmen yang mewakili sekitar 3,995 juta siswa berusia 15 tahun.

Kemendikdasmen menilai hasil tersebut menunjukkan Indonesia berhasil memperluas akses pendidikan secara signifikan sekaligus menjaga capaian pembelajaran relatif stabil.

Namun, OECD memberikan konteks yang perlu diperhatikan: hasil rata-rata Indonesia pada 2025 masih sekitar sama dengan 2022 dalam matematika, membaca, dan sains. Hasil 2025 juga masih berada di bawah capaian Indonesia pada 2015.

Skor Sains Indonesia Naik 6 Poin

Sains menjadi fokus utama PISA 2025.

Skor Indonesia meningkat dari 383 pada PISA 2022 menjadi 389 pada 2025, atau naik 6 poin. Sementara itu, skor membaca meningkat dari 359 menjadi 365.

Untuk matematika, skor Indonesia berada di angka 364, dibandingkan 366 pada PISA 2022.

Jika dibandingkan dengan rata-rata OECD, capaian Indonesia masih cukup jauh.

Rata-rata OECD pada PISA 2025 mencapai sekitar:

  • Sains: 482
  • Membaca: 461
  • Matematika: 463

Dengan demikian, meskipun terdapat kenaikan pada sains dan membaca, tantangan peningkatan kemampuan akademik siswa masih cukup besar.

Kemampuan Minimum Siswa Masih Menjadi Tantangan

Salah satu cara membaca hasil PISA bukan hanya melalui skor rata-rata, tetapi juga melihat berapa banyak siswa yang mencapai Level 2 atau lebih, yang digunakan OECD sebagai tingkat kompetensi minimum.

Di Indonesia, sekitar:

  • 37 persen siswa mencapai Level 2 atau lebih dalam sains;
  • 27 persen mencapai Level 2 atau lebih dalam membaca;
  • 17 persen mencapai Level 2 atau lebih dalam matematika.

Sebagai pembanding, rata-rata OECD masing-masing mencapai sekitar 74 persen, 69 persen, dan 65 persen.

Artinya, sebagian besar siswa Indonesia masih berada di bawah tingkat kompetensi minimum yang diukur PISA.

Dalam sains, misalnya, siswa pada Level 2 setidaknya mampu mengenali penjelasan yang benar terhadap fenomena ilmiah yang sudah dikenal dan menggunakan pengetahuan tersebut untuk menilai kesimpulan sederhana berdasarkan data.

Sementara itu, hampir tidak ada siswa Indonesia yang masuk kategori top performer Level 5 atau 6 dalam sains.

Akses Pendidikan Indonesia Melonjak

Salah satu capaian yang disoroti Kemendikdasmen adalah meningkatnya Coverage Index.

Coverage Index menggambarkan proporsi anak usia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan.

Pada 2003, angka Coverage Index Indonesia tercatat sekitar 0,46.

Pada PISA 2025, angka tersebut meningkat menjadi 0,90. Artinya, cakupan anak usia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan telah meningkat secara signifikan.

Perluasan akses ini menjadi salah satu konteks penting dalam membaca hasil PISA Indonesia.

Semakin banyak anak yang berada dalam sistem pendidikan, semakin luas pula kelompok siswa yang ikut terwakili dalam pengukuran.

Kemendikdasmen menilai peningkatan akses tersebut merupakan salah satu capaian penting Indonesia.

Akses Meluas, Tantangan Kualitas Tetap Ada

Perluasan akses pendidikan tentu merupakan perkembangan positif.

Namun, semakin banyak anak yang masuk ke sistem pendidikan juga berarti pemerintah menghadapi tantangan untuk memastikan kualitas pembelajaran dapat dinikmati secara merata.

PISA menunjukkan bahwa capaian akademik Indonesia masih berada di bawah rata-rata OECD.

Karena itu, keberhasilan memperluas akses pendidikan perlu diikuti dengan peningkatan kualitas pembelajaran di ruang kelas.

Hal ini menjadi semakin penting karena kesenjangan kualitas pendidikan dapat muncul antara daerah, sekolah, dan kelompok sosial ekonomi yang berbeda.

Rasa Ingin Tahu Siswa Indonesia Cukup Tinggi

PISA 2025 juga memberikan gambaran mengenai sikap siswa terhadap pembelajaran.

Sekitar 80 persen siswa Indonesia menyatakan mereka penasaran terhadap banyak hal, lebih tinggi dibandingkan rata-rata OECD sebesar 73 persen.

Selain itu, sekitar 74 persen siswa Indonesia mengatakan mereka berusaha lebih keras ketika menghadapi pekerjaan yang sulit, dibandingkan rata-rata OECD sebesar 60 persen.

Data tersebut menjadi modal penting bagi pendidikan.

Rasa ingin tahu dapat menjadi pendorong siswa untuk bertanya, mencari informasi, melakukan penyelidikan, dan memahami berbagai persoalan secara lebih mendalam.

OECD juga menemukan bahwa rasa ingin tahu memiliki hubungan positif dengan capaian sains siswa.

Di Indonesia, setelah memperhitungkan profil sosial ekonomi siswa dan sekolah, peningkatan satu unit indeks rasa ingin tahu berkaitan dengan perbedaan sekitar 20 poin skor sains.

Siswa Indonesia Semakin Gigih Menghadapi Kesulitan

PISA 2025 juga menunjukkan perubahan positif dalam sikap siswa dibandingkan 2022.

Proporsi siswa yang melaporkan memiliki rasa ingin tahu terhadap banyak hal meningkat 7,3 poin persentase.

Sementara itu, proporsi siswa yang mengatakan mereka memberikan usaha tambahan ketika menghadapi pekerjaan yang sulit meningkat 7,2 poin persentase.

Pada saat yang sama, proporsi siswa yang menganggap sekolah sebagai pemborosan waktu turun 14,2 poin persentase dibandingkan 2022.

Temuan tersebut menunjukkan adanya perubahan positif dalam persepsi siswa terhadap sekolah dan proses belajar.

Kemampuan Belajar Mandiri Masih Perlu Diperkuat

Di sisi lain, terdapat tantangan dalam hal growth mindset.

OECD mencatat sekitar 30 persen siswa Indonesia memiliki growth mindset, yakni keyakinan bahwa kemampuan atau kecerdasan dapat berkembang melalui usaha, kerja keras, dan umpan balik.

Angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata OECD yang mencapai 69 persen.

Data ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada nilai akademik.

Siswa juga perlu dibantu untuk membangun keyakinan bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui proses belajar.

Budaya belajar yang menghargai proses, kesalahan, latihan, dan perbaikan dapat menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Kemampuan Pemecahan Masalah Komputasional Jadi Potensi

PISA 2025 juga mengukur computational problem solving atau kemampuan pemecahan masalah komputasional.

Skor rata-rata siswa Indonesia dalam kemampuan tersebut masih berada di bawah rata-rata OECD. Namun, Kemendikdasmen mencatat siswa Indonesia menunjukkan capaian yang relatif lebih baik dalam pemecahan masalah komputasional dibandingkan sejumlah kemampuan akademik konvensional.

Kemampuan ini menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Siswa tidak cukup hanya mampu menggunakan perangkat digital.

Mereka perlu memahami cara memecahkan masalah, mengolah informasi, mengenali pola, dan mengambil keputusan berdasarkan data.

Siswa Perlu Mampu Menilai Informasi dari AI

Perkembangan kecerdasan buatan atau AI juga menjadi bagian dari konteks PISA 2025.

Kemendikdasmen mencatat siswa Indonesia relatif lebih sering terlibat dalam pembelajaran mengenai cara menilai kredibilitas konten yang dihasilkan AI dibandingkan siswa di banyak negara lain.

Hal tersebut penting karena penggunaan AI di kalangan pelajar terus berkembang.

Siswa perlu memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan keliru, memeriksa sumber, memahami bias, serta tidak menerima jawaban AI secara mentah.

Dengan demikian, literasi digital harus berjalan beriringan dengan nalar kritis.

Empat Strategi Kemendikdasmen

Menindaklanjuti hasil PISA 2025, Kemendikdasmen menyiapkan empat strategi utama.

1. Memperkuat Kompetensi Guru

Pemerintah akan memperkuat kualifikasi akademik guru, Pendidikan Profesi Guru atau PPG, serta kompetensi pedagogik dan digital.

Kemampuan guru dalam bidang koding dan kecerdasan artifisial juga menjadi bagian dari penguatan kompetensi.

Guru menjadi faktor penting karena kualitas pembelajaran sangat bergantung pada kemampuan pendidik dalam merancang dan melaksanakan proses belajar.

2. Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

Strategi kedua adalah memperkuat kualitas pembelajaran melalui pembelajaran mendalam, digitalisasi pendidikan, literasi, numerasi, dan karakter.

Pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada hafalan materi.

Siswa perlu mendapatkan kesempatan untuk memahami konsep, menganalisis persoalan, menghubungkan pengetahuan, dan menerapkannya dalam kehidupan nyata.

3. Menyelaraskan Sistem Asesmen

Kemendikdasmen juga akan mengharmonisasikan Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan kompetensi bernalar yang menjadi bagian penting dari kerangka PISA.

Dengan demikian, sistem asesmen nasional diharapkan semakin mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi.

4. Memperkuat Peran Keluarga

Strategi keempat berkaitan dengan keluarga.

Kemendikdasmen mendorong penguatan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) serta kemitraan antara orang tua dan sekolah dalam mendukung pembelajaran mendalam.

Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas.

Kebiasaan belajar, kedisiplinan, rasa ingin tahu, dan dukungan orang tua juga dapat memengaruhi perkembangan anak.

Pemerintah Sediakan Platform Belajar

Kemendikdasmen juga menyediakan sejumlah platform yang dapat dimanfaatkan guru dan siswa.

Beberapa di antaranya adalah Perangkat Ajar Ruang GTK, Ruang Murid, serta portal simulasi dan latihan asesmen dari Pusmendik.

Platform tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan bernalar, literasi digital, dan kemandirian belajar.

Dengan adanya sumber belajar digital, siswa tidak harus sepenuhnya bergantung pada pembelajaran di kelas.

Guru juga dapat menggunakan berbagai sumber tersebut sebagai pelengkap pembelajaran.

PISA Bukan Sekadar Soal Peringkat

Hasil PISA sering kali dibaca masyarakat melalui posisi peringkat suatu negara.

Padahal, PISA mengukur lebih dari sekadar siapa yang berada di posisi atas.

Asesmen ini dirancang untuk melihat kemampuan siswa dalam menggunakan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi persoalan nyata, termasuk kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah.

Karena itu, kenaikan atau penurunan beberapa poin sebaiknya tidak dibaca secara terpisah.

Kondisi akses pendidikan, pemerataan, kemampuan minimum, kesenjangan sosial ekonomi, sikap siswa terhadap pembelajaran, dan kualitas proses belajar juga perlu diperhatikan.

Ada Kemajuan, tetapi Pekerjaan Rumah Masih Besar

Hasil PISA 2025 memberikan gambaran yang cukup berimbang.

Indonesia berhasil meningkatkan cakupan pendidikan hingga sekitar 90 persen untuk populasi usia 15 tahun yang menjadi cakupan PISA.

Skor sains dan membaca juga lebih tinggi dibandingkan 2022.

Namun, kemampuan matematika turun tipis, sementara skor rata-rata ketiga bidang masih jauh di bawah rata-rata OECD.

OECD juga menyatakan bahwa hasil rata-rata Indonesia pada 2025 sekitar sama dengan 2022, sehingga kenaikan skor sains dan membaca perlu dipahami secara hati-hati dan tidak dianggap sebagai lompatan kualitas yang signifikan secara statistik.

Dengan demikian, pekerjaan rumah pendidikan Indonesia masih cukup besar.

Tantangannya bukan hanya membuat lebih banyak anak bersekolah, tetapi juga memastikan mereka memperoleh pembelajaran yang berkualitas.

Kesimpulan

Hasil PISA 2025 menunjukkan skor sains dan membaca siswa Indonesia meningkat dibandingkan 2022. Skor sains naik dari 383 menjadi 389, sedangkan membaca meningkat dari 359 menjadi 365. Sementara itu, matematika berada di angka 364, sedikit turun dari 366 pada 2022.

Salah satu capaian penting Indonesia adalah peningkatan Coverage Index dari 0,46 menjadi 0,90, yang menunjukkan semakin banyak anak usia 15 tahun berada dalam sistem pendidikan formal.

Namun, hasil tersebut tidak berarti persoalan pendidikan Indonesia telah selesai.

OECD mencatat capaian rata-rata Indonesia pada 2025 masih sekitar sama dengan 2022 dan masih berada di bawah hasil 2015. Proporsi siswa yang mencapai kompetensi minimum juga masih jauh di bawah rata-rata OECD.

Karena itu, hasil PISA 2025 sebaiknya menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Memperluas akses pendidikan memang penting, tetapi tantangan berikutnya adalah memastikan setiap anak yang sudah berada di sekolah benar-benar m

Tags: AIakses pendidikanasesmen nasionalCoverage Indexguruhasil PISA 2025Kemendikdasmenliterasiliterasi digitalmatematikamembacanumerasiOECDpembelajaran mendalampendidikan 2026pendidikan indonesiaPISA Indonesiasainssekolahsiswa indonesiaskor PISA 2025Tag PISA 2025TKA
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

6 January 2021
Panduan Aplikasi SIDANIRA

Panduan Aplikasi SIDANIRA

10 April 2020
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

3 July 2022

AI Makin Masif di Kampus, Dosen Juga Pakai Kecerdasan Buatan untuk Menilai Tugas Mahasiswa?

0
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

0
5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

0

AI Makin Masif di Kampus, Dosen Juga Pakai Kecerdasan Buatan untuk Menilai Tugas Mahasiswa?

23 October 2026

Survei 2026: Warga AS Lebih Takut AI Merusak Politik daripada Serangan Teroris

23 October 2026

Beasiswa Afirmasi Nakes Prioritas Nasional 2026 Dibuka, Ini 9 Prodi, Syarat, dan Jadwal Seleksinya

23 October 2026
idsch.id

Copyright © 2020 idsch.id.

Navigasi Situs

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Siswa
    • Rumah Belajar
    • Ujian Nasional
    • Bank Soal
    • Beasiswa
  • Sekolah
    • Dana BOS
    • PPDB
    • Dapodik
    • Direktori
  • Orang Tua
    • Parenting
    • Info Lomba
  • Guru
    • Administrasi
    • Sertifikasi
    • Bahan Ajar
    • Lowongan

Copyright © 2020 idsch.id.

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In