Beragam persoalan pendidikan di Kabupaten Banyuwangi menjadi bahan pembahasan dalam forum “Gesah Bareng Ambi Bupati” yang digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu, 2 September 2026.
Sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan hadir dalam forum tersebut. Mereka terdiri atas pelajar, mahasiswa, guru, orang tua, akademisi, pemerhati pendidikan hingga pemangku kebijakan. Berbagai persoalan disampaikan langsung kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, mulai dari akses beasiswa, fasilitas sekolah, pengawasan siswa hingga masa depan anak penyandang disabilitas.
Beasiswa dan Fasilitas Sekolah Jadi Perhatian
Salah satu isu yang dibahas adalah akses pendidikan dan dukungan bagi siswa. Pemkab Banyuwangi sendiri memiliki program beasiswa yang telah berjalan sejak 2011. Hingga 2025, program tersebut tercatat telah membantu 3.920 mahasiswa, sementara pada 2026 sebanyak 613 orang mengikuti seleksi Beasiswa Banyuwangi Progresif.
Dalam forum, persoalan sarana dan prasarana sekolah juga disampaikan oleh sejumlah peserta. Salah satunya terkait kondisi meja dan kursi yang membutuhkan perbaikan. Ipuk merespons aspirasi tersebut dengan meminta pengecekan terhadap BOS Daerah dan menyatakan dukungan untuk perbaikan fasilitas pendidikan yang diperlukan.
Selain itu, rencana regrouping SDN 1 Singonegaran turut menjadi perhatian. Pemkab menyebut rencana tersebut masih dalam tahap kajian. Jika nantinya dilakukan, siswa dan orang tua akan diberikan ruang untuk memilih sekolah tujuan serta mendapatkan pendampingan selama proses adaptasi.
Pengawasan Pelajar di Luar Sekolah
Persoalan lain yang muncul adalah masih ditemukannya pelajar berada di luar lingkungan sekolah saat jam belajar berlangsung. Pendidik mengusulkan penguatan patroli yang melibatkan sejumlah unsur, termasuk Satpol PP, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.
Ada pula usulan agar pelaku usaha tidak melayani pelajar yang berada di luar sekolah pada jam efektif belajar. Usulan tersebut menjadi salah satu masukan yang akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.
Masa Depan Anak Penyandang Disabilitas
Isu pendidikan inklusif juga mendapat perhatian dalam forum. Salah seorang orang tua menyampaikan kekhawatiran mengenai masa depan anaknya yang merupakan penyandang disabilitas setelah menyelesaikan pendidikan SMA.
Bupati Ipuk menyampaikan bahwa Pemkab Banyuwangi telah membuka ruang afirmasi bagi penyandang disabilitas. Bentuk dukungan yang disebut antara lain kesempatan mengikuti seleksi CPNS dan program magang di sejumlah instansi.
Menurut Ipuk, pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan. Karena itu, pemerintah daerah terus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan dan gagasan terkait pendidikan.
Berbagai masukan yang disampaikan dalam forum tersebut selanjutnya akan dicatat dan ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pendidikan Banyuwangi.



