Joheirry Mola Dominguez dari Republik Dominika berhasil meraih mahkota Miss World 2026. Ia dinobatkan sebagai pemenang dalam malam final yang berlangsung di Nha Trang, Vietnam, pada 5 September 2026. Kemenangan tersebut membuat Joheirry menjadi perempuan kedua dari Republik Dominika yang berhasil meraih gelar Miss World.
Di balik pencapaiannya di dunia pageant, Joheirry memiliki latar belakang yang cukup dekat dengan dunia pendidikan. Perempuan berusia 24 tahun tersebut merupakan lulusan Business Management and Administration dari Universidad Iberoamericana (UNIBE). Ia kemudian berkiprah sebagai guru Literature dan Social Studies dengan menggunakan bahasa Inggris dalam proses pembelajaran.
Guru yang Peduli Pendidikan Anak
Pengalaman sebagai pendidik menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Joheirry. Melalui kegiatan mengajar, ia mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengekspresikan diri, dan berkembang secara menyeluruh.
Kepeduliannya terhadap pendidikan juga diwujudkan melalui Voices of Tomorrow, sebuah inisiatif yang didirikan dan dipimpinnya. Program tersebut berfokus memperluas akses pendidikan bahasa Inggris bagi anak-anak dan remaja dari komunitas rentan.
Melalui program tersebut, pendidikan bahasa Inggris tidak hanya dipandang sebagai kemampuan akademik, tetapi juga sebagai bekal yang dapat membuka peluang bagi anak muda untuk berkembang dan menghadapi tantangan masa depan.
Punya Pengalaman sebagai Jurnalis
Selain menjadi guru, Joheirry juga memiliki pengalaman di bidang jurnalistik dan komunikasi. Ia tercatat sebagai koresponden untuk program Ventana a Quisqueya di Univision New York, yang mengangkat cerita mengenai budaya Republik Dominika, persoalan sosial, dan kehidupan masyarakat.
Pengalaman tersebut melengkapi kiprahnya di bidang pendidikan dan kegiatan sosial. Ia juga pernah terlibat dalam kegiatan jurnalistik yang berkaitan dengan isu anak dan masyarakat.
Pendidikan Jadi Bagian dari Misi Miss World
Saat mengikuti Miss World 2026, pengalaman Joheirry sebagai pendidik turut terlihat dalam proyek Beauty With a Purpose yang dibawanya. Ia berbicara mengenai pentingnya pendidikan bahasa Inggris bagi anak-anak dan generasi muda di komunitas rentan.
Organisasi Miss World mencatat bahwa Joheirry ingin menggunakan pendidikan sebagai sarana untuk membantu anak-anak mengembangkan kemampuan berkomunikasi, kepercayaan diri, dan peluang pendidikan.
Setelah meraih mahkota Miss World 2026, Joheirry kini memiliki panggung internasional yang lebih luas untuk melanjutkan berbagai kegiatan sosialnya. Organisasi Miss World juga menyoroti bahwa dirinya tetap memiliki kedekatan dengan dunia pendidikan dan para siswa yang pernah diajarnya.
Kisah Joheirry menunjukkan bahwa perjalanan menuju panggung internasional juga dapat berjalan beriringan dengan profesi dan kepedulian terhadap pendidikan. Gelar Miss World 2026 kini menjadi bagian baru dari perjalanan seorang guru, jurnalis, dan penggerak komunitas asal Republik Dominika tersebut.








