Wonogiri – Sepekan setelah munculnya gangguan kesehatan yang dialami siswa SMP di Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, masih ada puluhan murid yang belum kembali mengikuti pembelajaran di sekolah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri terus memantau kondisi siswa di SMPN 1 Bulukerto dan SMPN 2 Bulukerto. Berdasarkan laporan pada Kamis, 17 September 2026, sebanyak 17 siswa SMPN 1 Bulukerto masih tidak masuk karena izin sakit. Di SMPN 2 Bulukerto, tercatat 43 siswa yang juga izin sakit.
Sebagian Siswa Sudah Kembali Sekolah
Kepala Disdikbud Wonogiri Sriyanto mengatakan, setelah kejadian sebelumnya, sejumlah siswa yang sempat tidak masuk sekolah telah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Sementara siswa yang masih berada di rumah tetap dipantau. Disdikbud juga memastikan pembelajaran tetap diupayakan bagi siswa yang kondisinya memungkinkan agar mereka tidak tertinggal materi pelajaran.
Sebelumnya, jumlah siswa yang tidak masuk sekolah sempat mencapai ratusan. Pada Jumat, 11 September 2026, sekitar 155 siswa SMPN 1 Bulukerto dilaporkan tidak masuk. Kemudian pada 14 September, sekitar 72 siswa SMPN 2 Bulukerto juga tidak mengikuti pembelajaran karena mengalami keluhan kesehatan.
Penyebab Gangguan Kesehatan Masih Ditelusuri
Keluhan yang dilaporkan antara lain demam, pusing, mual hingga diare. Kondisi tersebut kemudian memunculkan dugaan di masyarakat mengenai kemungkinan kaitannya dengan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, hingga 18 September, belum ada kepastian bahwa gangguan kesehatan tersebut disebabkan oleh MBG. Dinas Kesehatan Wonogiri telah mengambil sampel dari siswa dan sampel makanan untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Hasil pemeriksaan masih ditunggu.
Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno juga menyampaikan bahwa Pemkab masih menunggu hasil uji laboratorium. Ia mengatakan penyebab kejadian tersebut belum dapat dipastikan sebagai keracunan karena sebagian besar gejala yang dialami siswa tidak menunjukkan pola yang secara khusus mengarah pada keracunan.
Pemkab Minta Kualitas MBG Tetap Dijaga
Pemkab Wonogiri telah meminta Dinkes melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekolah-sekolah tersebut.
Wabup juga meminta pengelola SPPG memastikan kualitas bahan makanan dan air yang digunakan dalam proses pengolahan. Dapur SPPG yang melayani sekitar 3.900 penerima manfaat tersebut masih beroperasi sambil menunggu hasil pemeriksaan.
Pembelajaran Siswa Tetap Menjadi Perhatian
Di tengah proses penelusuran penyebab gangguan kesehatan, Disdikbud Wonogiri tetap memprioritaskan keberlangsungan pendidikan para siswa. Murid yang masih berada di rumah dan kondisinya memungkinkan akan tetap mendapatkan layanan pembelajaran.
Pemantauan terhadap kehadiran dan kondisi siswa juga terus dilakukan bersama pihak terkait. Dengan langkah tersebut, sekolah dan pemerintah daerah berupaya memastikan kondisi kesehatan siswa tetap menjadi perhatian sekaligus menjaga agar proses belajar tidak terhenti.








