Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MM FEB UGM/MBA FEB UGM) mencatat peningkatan dalam QS Global MBA Rankings 2027.
Program yang diselenggarakan melalui Kampus Yogyakarta dan Jakarta tersebut menempati peringkat 191–200 dunia. Di tingkat Asia, MBA FEB UGM berada di peringkat 27. Laman QS juga mencantumkan FEB UGM pada posisi ke-27 untuk Full-time MBA Rankings Asia 2027.
Naik Dibandingkan Tahun Sebelumnya
Posisi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan QS Global MBA Ranking 2026. Pada edisi sebelumnya, MBA FEB UGM berada di kelompok peringkat 201–250 dunia dan posisi 30 Asia.
Pada edisi 2027, posisi Asia naik tiga tingkat menjadi peringkat 27. UGM menyebut programnya menjadi satu-satunya MBA asal Indonesia yang mengalami kenaikan band peringkat dunia pada pemeringkatan tahun ini.
Secara global, QS Global MBA Rankings 2027 diterbitkan pada 16 September 2026. QS menjelaskan bahwa pemeringkatan MBA tersebut menggunakan lima kelompok indikator untuk melihat kualitas dan nilai yang ditawarkan suatu program kepada mahasiswa.
Empat Indikator MM UGM Mengalami Peningkatan
QS menggunakan lima indikator utama dalam pemeringkatan MBA, yaitu Employability, Return on Investment, Entrepreneurship and Alumni Outcomes, Thought Leadership, serta Class and Faculty Diversity.
Empat indikator MBA FEB UGM tercatat meningkat dibandingkan capaian 2025. Skor Employability naik dari 30,1 menjadi 34,4, sedangkan Return on Investment meningkat dari 31,5 menjadi 41,7.
Sementara itu, Entrepreneurship and Alumni Outcomes meningkat dari 58,5 menjadi 60,9. Peningkatan terbesar terjadi pada Class and Faculty Diversity, dari 64,1 menjadi 75,2.
Kewirausahaan Jadi Salah Satu Kekuatan
Salah satu capaian yang menonjol terdapat pada indikator Entrepreneurship and Alumni Outcomes. Dengan skor 60,9, MBA FEB UGM berada pada peringkat 72 dunia untuk indikator tersebut.
Ketua Program Studi MM FEB UGM Kampus Yogyakarta, Prof. Amin Wibowo, menjelaskan bahwa kewirausahaan tidak ditempatkan hanya sebagai satu konsentrasi. Unsur tersebut diintegrasikan ke berbagai mata kuliah bersama aspek kepemimpinan dan keberlanjutan.
Mahasiswa juga dihadapkan pada berbagai persoalan bisnis, mulai dari menilai kelayakan usaha rintisan, menguji proposisi nilai, hingga mengambil keputusan dalam kondisi yang penuh ketidakpastian.
Satu Program Berjalan di Yogyakarta dan Jakarta
MBA FEB UGM dijalankan di dua lokasi, yakni Yogyakarta dan Jakarta. Karakteristik peserta di kedua kampus tersebut berbeda dan dimanfaatkan untuk memperkaya proses pembelajaran.
Kampus Jakarta memiliki lebih banyak peserta dari kalangan profesional dan eksekutif berpengalaman. Sementara itu, peserta di Yogyakarta lebih banyak berasal dari kelompok yang masih berada pada tahap awal karier dengan aktivitas akademik dan riset yang kuat.
Keduanya dipertemukan melalui kegiatan seperti kuliah tamu, mentoring, kompetisi kasus lintas kampus, dan aktivitas alumni.
Employability dan ROI Akan Diperkuat
Meski peringkat mengalami peningkatan, UGM masih melihat sejumlah aspek yang perlu diperkuat. Salah satunya adalah Employability dan Return on Investment (ROI).
Kedua indikator tersebut memiliki pengaruh besar dalam pemeringkatan. QS menyebut Employability sendiri memiliki bobot 40 persen, terbesar dibandingkan indikator lainnya.
Ke depan, MBA FEB UGM berencana memperluas jejaring nasional dan internasional, memperkuat layanan karier, meningkatkan hubungan dengan pemberi kerja, serta memperbarui kurikulum dengan memasukkan perkembangan teknologi dan aspek sustainability.
Program ini juga akan mengembangkan kemitraan dengan sekolah bisnis di luar negeri, kelas bersama, pertukaran mahasiswa, serta memperkuat penelitian dan publikasi dosen untuk meningkatkan indikator Thought Leadership.
Kenaikan ke peringkat 191–200 dunia dan posisi 27 Asia menjadi perkembangan terbaru MBA FEB UGM dalam QS Global MBA Rankings sekaligus menunjukkan peningkatan dibandingkan capaian pada edisi sebelumnya.








