JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Indonesia di tingkat internasional. Caleb Elias Dharmawirya, siswa kelas VI SDK PENABUR Gading Serpong, berhasil meraih medali emas dalam ajang The 23rd International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2026.
Keberhasilan Caleb menjadi bukti bahwa ketekunan belajar, strategi yang tepat, dan dukungan lingkungan sekolah dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan akademiknya. Sejak duduk di kelas I SD, Caleb telah menunjukkan ketertarikan terhadap matematika hingga akhirnya mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara. <Cite refs={[“turn852132news0″,”turn852132search1”]}/>
Caleb Bersaing dengan Lebih dari 400 Peserta dari 23 Negara
IMSO 2026 diselenggarakan pada 2–7 Oktober 2026 di Depok, Jawa Barat. Kompetisi internasional ini mempertemukan lebih dari 400 siswa sekolah dasar berbakat dari 23 negara.
Dalam kompetisi tersebut, para peserta dituntut menyelesaikan soal dengan tingkat kesulitan tinggi dalam waktu yang terbatas. Kemampuan memahami persoalan, berpikir logis, serta menentukan strategi penyelesaian menjadi faktor penting untuk meraih hasil terbaik.
Caleb mengakui bahwa soal-soal yang dihadapi dalam IMSO tidak mudah. Ia harus mengatur waktu dengan cermat agar dapat menyelesaikan sebanyak mungkin soal secara tepat.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Caleb berhasil menunjukkan kemampuannya dan membawa pulang medali emas. Ia mengaku senang dan bersyukur atas pencapaian yang diraihnya. <Cite refs={[“turn852132news0″,”turn852132search1”]}/>
Strategi Caleb Menghadapi Soal Sulit
Salah satu strategi yang diterapkan Caleb saat mengerjakan soal olimpiade adalah mendahulukan soal yang dirasanya lebih mudah.
Ketika menemukan soal yang sulit, ia tidak menghabiskan seluruh waktunya untuk memaksakan satu jawaban. Caleb memilih beralih ke soal lain terlebih dahulu, kemudian kembali mengerjakan soal yang belum terselesaikan jika waktu masih tersedia.
Strategi tersebut membantunya mengelola waktu sekaligus menjaga peluang memperoleh nilai dari soal-soal yang dapat dikerjakan dengan lebih cepat.
Pendekatan ini dapat menjadi pelajaran bagi siswa yang sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian atau kompetisi akademik. Selain menguasai materi, kemampuan menentukan prioritas dan mengatur waktu juga penting untuk dilatih.
Persiapan Selama Dua Bulan Sebelum Kompetisi
Keberhasilan Caleb tidak diraih secara instan. Sebelum mengikuti IMSO 2026, ia menjalani persiapan intensif melalui karantina daring selama dua bulan dan karantina tatap muka di Depok selama satu minggu menjelang kompetisi.
Ia juga rutin berlatih menggunakan past papers, yaitu kumpulan soal dari kompetisi atau ujian sebelumnya. Latihan tersebut membantunya mengenali pola soal dan membiasakan diri menghadapi persoalan dengan tingkat kesulitan tinggi.
Persiapan yang padat tentu membutuhkan komitmen dan kedisiplinan. Caleb harus membagi waktu antara latihan olimpiade dan kewajiban mengikuti pelajaran di sekolah.
Dalam proses tersebut, guru-gurunya turut memberikan dukungan dengan membantu mengejar materi pelajaran yang tertinggal selama ia menjalani karantina dan mengikuti kompetisi.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting agar Caleb tetap dapat menjalankan persiapan olimpiade tanpa mengabaikan pendidikan formalnya. <Cite refs={[“turn852132news0″,”turn852132search1”]}/>
Tidak Cepat Puas, Caleb Bersiap Mengikuti OSN SMP
Meski telah meraih medali emas di tingkat internasional, Caleb masih memiliki target berikutnya. Menjelang memasuki jenjang SMP, ia mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMP.
Target tersebut menunjukkan bahwa pencapaian dalam satu kompetisi tidak membuatnya berhenti belajar. Sebaliknya, pengalaman mengikuti IMSO menjadi bekal untuk menghadapi tantangan akademik berikutnya.
Caleb juga berpesan kepada teman-teman seusianya agar terus berusaha dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Menurutnya, proses belajar membutuhkan semangat dan ketekunan. Kesulitan dalam mengerjakan soal sebaiknya dijadikan kesempatan untuk berlatih dan memperbaiki kemampuan, bukan alasan untuk berhenti mencoba. <Cite refs={[“turn852132news0″,”turn852132search1”]}/>
Pelajaran dari Perjalanan Caleb
Kisah Caleb memberikan sejumlah pelajaran bagi siswa yang ingin mengembangkan kemampuan akademik. Pertama, minat terhadap suatu bidang perlu diikuti latihan yang konsisten. Kedua, persiapan yang matang membantu siswa menghadapi kompetisi dengan lebih percaya diri.
Selain itu, strategi mengerjakan soal, kemampuan mengatur waktu, serta dukungan guru dan sekolah juga berperan dalam proses belajar.
Prestasi Caleb di IMSO 2026 sekaligus menunjukkan pentingnya memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Dengan pendampingan yang sesuai, siswa dapat memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan dan berpartisipasi dalam kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat memotivasi pelajar Indonesia lainnya untuk terus belajar, berani menghadapi tantangan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.










