Puluhan guru di lingkungan Pemerintah Kota Ambon diduga menjadi korban penipuan bermodus Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat bodong. Kasus ini tengah diselidiki untuk mengungkap jumlah korban, pihak yang terlibat, serta latar belakang terjadinya dugaan pemalsuan dokumen tersebut.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyampaikan keprihatinannya karena para korban yang telah teridentifikasi sejauh ini merupakan tenaga pendidik. Ia pun berencana menemui langsung para guru untuk mendengarkan keterangan mereka sekaligus memahami bagaimana kasus tersebut dapat terjadi.
“Saya ingin bertemu langsung dengan para guru karena yang menjadi korban dalam masalah ini semuanya adalah guru,” kata Bodewin saat memberikan pengarahan dalam apel pagi di kantor Wali Kota Ambon, Senin (18/10/2026).
Berdasarkan data awal yang disampaikan Bodewin, terdapat 20 guru yang telah teridentifikasi sebagai korban, sementara dua orang terindikasi kuat terlibat sebagai pelaku. Meski demikian, jumlah tersebut masih dapat berubah karena tim Inspektorat sedang melakukan audit investigasi untuk memastikan keseluruhan pihak yang terlibat.
Bodewin menduga kasus ini berkaitan dengan ketidakpahaman sebagian korban terhadap mekanisme kenaikan pangkat fungsional. Kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh pihak yang menawarkan jalan pintas dalam pengurusan dokumen kepegawaian.
Ia menegaskan bahwa proses kenaikan pangkat memiliki prosedur resmi yang harus dipahami oleh setiap aparatur sipil negara (ASN), termasuk guru. Oleh karena itu, edukasi mengenai mekanisme administrasi kepegawaian dinilai penting agar tenaga pendidik tidak mudah terjebak dalam tawaran pengurusan dokumen yang mencurigakan.
“Entah karena mereka belum memahami mekanismenya dengan baik atau ada faktor lain, kita wajib berikan edukasi bahwa proses pengusulan kenaikan pangkat memiliki prosedur resmi dan tahapan yang jelas, jangan sampai mereka ditipu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Bodewin.
Saat ini, Pemkot Ambon memberikan kesempatan kepada Inspektorat untuk menyelesaikan pemeriksaan secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut bertujuan memperoleh informasi yang akurat mengenai identitas pelaku, jumlah korban, serta





