Millennium Public Pulse 28 hadir sebagai ruang diskusi publik yang mengajak generasi muda membahas isu kemanusiaan, hak warga negara, dan tanggung jawab pemerintah. Forum ini juga menjadi kesempatan bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan serta memahami peran mereka dalam mendorong perubahan sosial.
Mengusung tema “Kemanusiaan dan Pembebasan: Tanggung Jawab Lintas Generasi”, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026. Diskusi tersebut mengajak peserta melihat persoalan kemanusiaan dari berbagai sudut pandang, mulai dari perlindungan hak warga hingga dampak kebijakan publik bagi generasi mendatang.
Tiga Pembicara Hadir dengan Perspektif Berbeda
Millennium Public Pulse 28 menghadirkan tiga pembicara yang akan membahas isu-isu sesuai bidang dan perspektif masing-masing.
Gustika Jusuf Hatta dijadwalkan membawakan materi tentang hak warga dan tanggung jawab negara. Pembahasan ini berkaitan dengan pentingnya perlindungan hak masyarakat serta peran pemerintah dalam memastikan warga memperoleh kehidupan yang aman dan layak.
Selanjutnya, Sadam Permana akan mengangkat tema kepedulian orang muda di ruang publik. Topik ini mendorong generasi muda untuk lebih memahami persoalan di sekitarnya, menyampaikan aspirasi, dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Tom Lembong akan membahas kebijakan dan kehidupan yang diwariskan. Materi tersebut mengajak peserta melihat hubungan antara keputusan publik saat ini dan dampaknya terhadap kehidupan generasi berikutnya.
Melalui ketiga perspektif tersebut, peserta diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai hubungan antara negara, masyarakat, dan peran generasi muda.
Ada Community Speak Up dan Dialog Antargenerasi
Millennium Public Pulse 28 tidak hanya menghadirkan pemaparan materi dari para pembicara. Acara ini juga menyediakan sesi Community Speak Up, dialog antargenerasi, serta diskusi bersama audiens.
Rangkaian kegiatan tersebut membuka kesempatan bagi peserta untuk bertukar pandangan, menyampaikan pertanyaan, dan mendengarkan pengalaman dari generasi yang berbeda.
Forum ini menjadi ruang untuk membangun pemahaman bahwa kepedulian terhadap persoalan publik dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mencari informasi yang benar, berdiskusi secara terbuka, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
Generasi muda juga diajak untuk tidak hanya menjadi penonton dalam menghadapi persoalan masyarakat, tetapi turut mengambil bagian dalam mendorong perubahan yang positif.
Kontribusi Peserta Didonasikan untuk Korban Karhutla di Kalimantan
Selain menjadi ruang diskusi, Millennium Public Pulse 28 membawa misi solidaritas bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Peserta dikenakan kontribusi solidaritas sebesar Rp15.000. Seluruh kontribusi atau 100 persen dari dana yang terkumpul akan didonasikan untuk membantu masyarakat terdampak karhutla di Kalimantan.
Dengan demikian, partisipasi dalam acara ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk bertukar gagasan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Jadwal dan Lokasi Millennium Public Pulse 28
Bagi masyarakat yang tertarik mengikuti forum diskusi ini, berikut informasi pelaksanaannya:
- Hari, tanggal: Rabu, 28 Oktober 2026
- Waktu: Pukul 18.00 WIB hingga selesai
- Lokasi: Cattleya Ballroom, Gedung Serbaguna Senayan (GBK), Jakarta
- Kontribusi solidaritas: Rp15.000
- Informasi dan pendaftaran: Melalui situs detikEvent
Informasi lebih lanjut mengenai acara dan ketentuan peserta dapat dilihat melalui halaman resmi Millennium Public Pulse 28 di detikEvent.
Momentum Sumpah Pemuda untuk Memperkuat Kepedulian
Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk merefleksikan peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu bentuk partisipasi tersebut adalah memahami isu kemanusiaan, mengkritisi kebijakan publik secara konstruktif, serta membangun kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Melalui Millennium Public Pulse 28, peserta diajak untuk berdiskusi lintas generasi dan memahami bahwa kemanusiaan merupakan tanggung jawab bersama.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong anak muda untuk lebih aktif menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan pendapat, serta berkontribusi bagi masyarakat melalui pemikiran dan tindakan nyata.








