Universitas Surakarta (UNSA) mewisuda 630 lulusan program sarjana (S-1) dan pascasarjana (S-2) di De Tjolomadoe, Kamis (22/10/2026). Momentum wisuda ini menjadi bagian dari peringatan usia ke-28 UNSA sekaligus penegasan komitmen kampus untuk menghasilkan lulusan yang berdampak bagi masyarakat.
Para lulusan berasal dari berbagai fakultas dan memiliki capaian yang beragam, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Sejumlah wisudawan juga mencatatkan prestasi di bidang olahraga pada tingkat nasional hingga internasional.
Melalui wisuda tersebut, UNSA berharap para alumninya mampu mengembangkan kompetensi, menjaga integritas, dan berkontribusi dalam menghadapi tantangan dunia kerja serta pembangunan bangsa.
Rektor UNSA Dorong Lulusan Berani Menciptakan Lapangan Kerja
Rektor UNSA, Arya Surenda, berpesan agar para lulusan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, khususnya dengan mengandalkan lowongan dari pemerintah.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi perlu mengembangkan pola pikir mandiri dan kreatif agar mampu melihat peluang usaha serta menciptakan lapangan kerja baru.
Kemampuan berwirausaha menjadi salah satu bekal penting di tengah perubahan kebutuhan industri dan persaingan dunia kerja. Lulusan diharapkan tidak hanya memanfaatkan peluang yang tersedia, tetapi juga mampu menghadirkan peluang bagi orang lain.
Pesan tersebut sejalan dengan upaya mendorong perguruan tinggi menghasilkan sumber daya manusia yang produktif, inovatif, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Prestasi Akademik dan Non-Akademik Jadi Kebanggaan Kampus
Wisuda ke-28 UNSA tidak hanya menjadi perayaan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga momentum untuk mengapresiasi berbagai pencapaian mahasiswa.
Selain prestasi akademik, sejumlah lulusan memiliki rekam jejak di bidang non-akademik, termasuk olahraga pada tingkat nasional dan internasional.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan mahasiswa dapat berlangsung melalui berbagai bidang. Kompetensi akademik tetap menjadi fondasi, sementara pengalaman di luar ruang kuliah dapat membantu membentuk kedisiplinan, kerja sama, dan kemampuan menghadapi tantangan.
UNSA berharap para lulusan dapat terus mengembangkan potensi dan membawa pengalaman tersebut ke dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat.
Lulusan Perlu Memiliki Karakter Kuat dan Mental Sehat
Selain kompetensi akademik, Arya Surenda menekankan pentingnya karakter yang kuat dan kesehatan mental bagi para lulusan.
Tantangan setelah lulus kuliah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memperoleh pekerjaan, tetapi juga kesiapan menghadapi perubahan, tekanan, serta tuntutan lingkungan profesional.
Karakter seperti integritas, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar dibutuhkan agar lulusan mampu berkembang dalam jangka panjang.
Kesehatan mental juga menjadi aspek penting agar alumni dapat menjaga keseimbangan, membangun hubungan yang baik, dan mengambil keputusan secara bijaksana ketika menghadapi persoalan.
UNSA Perkuat Komitmen sebagai Kampus Berdampak
Memasuki usia ke-28 tahun, UNSA menegaskan komitmennya untuk menjadi kampus berdampak dengan menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing dan kepedulian sosial.
Melalui pendidikan tinggi, kampus diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Wisuda 630 lulusan ini menjadi awal perjalanan baru bagi para alumni untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh, mengembangkan usaha, memasuki dunia kerja, maupun berkontribusi melalui bidang profesi masing-masing.
Dengan bekal tersebut, para lulusan diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan bangsa dan menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.




