Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak para guru untuk tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pelajaran, tetapi juga menjadi pendamping bagi murid dalam mengenali potensi, mengembangkan minat, dan meraih cita-cita.
Pesan tersebut disampaikan melalui kegiatan nonton bareng dan diskusi film Na Willa di Jakarta, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Guru dan Hari Guru Nasional 2026.
Melalui film tersebut, Kemendikdasmen ingin mengajak guru dan peserta didik memahami pentingnya lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak. Kemendikdasmen+1
1. Abdul Mu’ti Apresiasi Film dan Karya Sastra
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengapresiasi kegiatan nonton bareng dan diskusi film Na Willa. Menurutnya, film dan karya sastra memiliki kekuatan untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan sekaligus mengembangkan imajinasi dan kreativitas.
Ia juga menilai semakin banyaknya karya sastra yang diadaptasi menjadi film menunjukkan bahwa sastra semakin mendapat tempat di tengah masyarakat.
Abdul Mu’ti berharap film tersebut dapat memberikan inspirasi dan semangat kepada anak-anak. Ia juga menekankan bahwa menulis merupakan salah satu bentuk kreativitas yang memungkinkan seseorang menyampaikan gagasan kepada banyak orang.
Menurutnya, karya sastra yang baik dapat memberikan inspirasi bagi berbagai generasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kemendikdasmen
2. Nunuk Suryani: Guru Perlu Menjadi Pendamping Mimpi Murid
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa pemutaran film Na Willa merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Guru.
Film tersebut dipilih karena mengandung pesan tentang pendidikan karakter dan pentingnya dukungan lingkungan sekolah terhadap tumbuh kembang anak.
Nunuk menegaskan bahwa setiap anak memiliki karakter, minat, dan potensi yang berbeda. Oleh karena itu, guru perlu mengenali murid secara utuh, membantu mereka menemukan minat, serta memberikan dukungan agar berani memperjuangkan cita-citanya.
Ia menyampaikan bahwa setiap anak memiliki impian masing-masing. Tugas guru adalah menyediakan ruang agar impian tersebut dapat tumbuh dan berkembang.
Pesan ini mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah dalam mendukung perkembangan karakter dan potensi setiap murid. Kemendikdasmen+1
3. Kegiatan Na Willa Diisi Gelar Wicara dan Sosialisasi Sensor Mandiri
Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Kemendikdasmen tidak hanya berupa pemutaran film. Acara tersebut juga mencakup gelar wicara, diskusi film, serta sosialisasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam pendidikan sehari-hari. Guru diharapkan dapat menjadikan film sebagai media pembelajaran yang menarik untuk membangun karakter dan memperluas wawasan murid.
Selain itu, sosialisasi sensor mandiri mengingatkan pentingnya memilih dan memilah tontonan sesuai usia. Anak-anak perlu mendapatkan pendampingan agar mampu memahami isi tayangan dan menentukan tontonan yang sesuai dengan perkembangan mereka. Lembaga Sensor Film Republik Indonesia+1
4. Film Na Willa Mengangkat Dunia dan Imajinasi Anak
Film Na Willa merupakan film drama Indonesia yang diadaptasi dari karya sastra Reda Gaudiamo. Film ini disutradarai oleh Ryan Adriandhy dan dibintangi Luisa Adreena sebagai Na Willa.
Cerita film mengambil latar sebuah gang kecil di Surabaya pada era 1960-an. Kisahnya menggambarkan kehidupan masa kecil, imajinasi, hubungan keluarga, serta cara seorang anak memahami dunia di sekitarnya.
Berdasarkan klasifikasi Lembaga Sensor Film (LSF), Na Willa termasuk kategori Semua Umur (SU). Film ini memiliki tema nostalgia dan keindahan masa kecil dengan unsur hiburan. Lembaga Sensor Film
5. Guru Diajak Mendukung Setiap Anak Tanpa Membandingkan
Pesan utama dari kegiatan ini adalah pentingnya memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang sesuai karakter dan kemampuannya.
Guru diharapkan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan, minat, serta bakat murid. Dukungan sederhana seperti mendengarkan pendapat anak, memberikan apresiasi, dan menyediakan kesempatan untuk mencoba hal baru dapat membantu membangun kepercayaan diri.
Melalui kegiatan Bulan Guru 2026, Kemendikdasmen mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan, sastra, dan perfilman untuk menghadirkan pembelajaran yang inspiratif.
Dengan begitu, guru diharapkan dapat menjadi sosok yang membantu murid mengenali potensi diri sekaligus berani mewujudkan impiannya.








