Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengapresiasi kelancaran pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMA Negeri 1 Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Apresiasi tersebut disampaikan setelah Atip melakukan peninjauan pada hari terakhir pelaksanaan TKA, Kamis (5/11/2026). Secara umum, asesmen di sekolah tersebut berjalan lancar tanpa kendala berarti maupun pelanggaran.
Kesiapan pihak sekolah dan antusiasme peserta didik menjadi faktor pendukung kelancaran pelaksanaan TKA. Meski demikian, terdapat sejumlah aspek teknis yang masih perlu diperhatikan sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya. Kemendikdasmen+1
1. Wamen Atip Apresiasi Pelaksanaan TKA di SMAN 1 Kuta Selatan
Atip Latipulhayat menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA di SMA Negeri 1 Kuta Selatan berlangsung dengan baik. Ia melihat langsung proses asesmen sekaligus berdialog dengan pihak sekolah dan sejumlah peserta didik.
Menurut Atip, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mengetahui kesiapan sekolah serta memperoleh masukan langsung mengenai pelaksanaan TKA di lapangan.
Ia juga menegaskan bahwa hasil pemantauan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan asesmen pada tahun mendatang.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah ketersediaan pasokan listrik. Aspek tersebut perlu dipastikan agar tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan ujian, terutama di sekolah yang menyelenggarakan asesmen berbasis komputer. Kemendikdasmen
2. Sebanyak 263 Siswa Mengikuti TKA 2026
Kepala SMA Negeri 1 Kuta Selatan, Luh Made Sri Yuniati, menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA di sekolahnya diikuti oleh 263 siswa.
Peserta dibagi menjadi dua gelombang. Setiap gelombang terdiri atas tiga sesi, dengan 11 siswa di setiap ruang ujian.
Luh Made mengapresiasi kesungguhan dan antusiasme peserta didik dalam mengikuti seluruh rangkaian asesmen.
Menurutnya, para siswa menunjukkan semangat yang tinggi sehingga pelaksanaan TKA dapat berlangsung dengan baik.
3. Matematika Masih Menjadi Mata Pelajaran yang Menantang
Dalam dialog bersama peserta didik, Atip memperoleh masukan bahwa Matematika masih menjadi salah satu mata pelajaran yang dirasakan cukup sulit oleh siswa.
Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran yang capaian hasilnya masih perlu diperbaiki.
Atip juga menekankan pentingnya setiap peserta didik memiliki kompetensi unggulan yang dapat menjadi pembeda dengan orang lain.
Kompetensi tersebut dapat berupa penguasaan keterampilan tertentu maupun kemampuan berbahasa asing. Dengan mengenali potensi masing-masing, siswa diharapkan mampu mengembangkan keunggulannya sebagai bekal meraih cita-cita.
4. Sekolah Lakukan Persiapan TKA Sejak Sebelum Pelaksanaan
Untuk memastikan peserta didik siap mengikuti TKA, SMA Negeri 1 Kuta Selatan melakukan sejumlah persiapan.
Beberapa langkah yang dilakukan sekolah antara lain:
- Melaksanakan sosialisasi mengenai pentingnya TKA.
- Menyediakan buku pedoman dan bahan latihan.
- Memberikan pendampingan melalui guru.
- Mengadakan pemantapan mata pelajaran pilihan dua kali seminggu selama dua jam pelajaran.
- Mengintegrasikan latihan soal mata pelajaran wajib ke dalam pembelajaran di kelas.
Persiapan tersebut dilakukan agar siswa memahami bentuk asesmen dan memiliki kesempatan untuk memperkuat penguasaan materi sebelum mengikuti ujian.
5. Siswa Mendapat Pendampingan Memilih Mata Pelajaran Sejak Kelas X
Selain persiapan menjelang ujian, sekolah juga memberikan pendampingan kepada siswa sejak kelas X dalam menentukan mata pelajaran pilihan.
Pendampingan tersebut bertujuan membantu siswa memilih mata pelajaran yang sesuai dengan minat, kemampuan, serta rencana pendidikan dan profesi mereka setelah lulus SMA.
Dengan persiapan lebih awal, siswa memiliki waktu untuk memperdalam materi sesuai bidang yang ingin ditekuni.
Salah satu peserta TKA, I Kadek Aditya Widharma, siswa kelas XII-5, memilih Matematika Tingkat Lanjut dan Fisika sebagai mata pelajaran pilihan.
Ia mengaku telah mempersiapkan diri dengan mempelajari kedua mata pelajaran tersebut serta Matematika wajib karena berencana melanjutkan pendidikan di bidang Informatika.
Aditya juga mengikuti bimbingan yang diselenggarakan sekolah sekitar satu bulan sebelum TKA. Menurutnya, pendampingan tersebut membantu dirinya mempersiapkan diri dengan lebih baik.
6. TKA Diharapkan Menjadi Bahan Evaluasi Peningkatan Pembelajaran
Kemendikdasmen terus mendorong satuan pendidikan untuk menyelenggarakan TKA dengan memperhatikan kesiapan pembelajaran, kesiapan peserta didik, serta ketersediaan sarana dan prasarana.
Pengalaman selama pelaksanaan asesmen di sekolah menjadi masukan penting bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi.
Melalui evaluasi tersebut, berbagai kekurangan teknis maupun aspek pembelajaran yang masih perlu ditingkatkan dapat ditindaklanjuti.
Dengan demikian, TKA tidak hanya menjadi kegiatan asesmen, tetapi juga dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan peserta didik dan membantu sekolah memperbaiki kualitas pembelajaran ke depan.



