Perjuangan Fildza Huwaina Fathnin dalam menyelesaikan pendidikan doktor di Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi kisah inspiratif. Di tengah kesibukan mengajar dan mengasuh anak, ia berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Farmasi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dan predikat cum laude.
Fildza diwisuda pada 28–29 Oktober 2026 dalam Wisuda Pascasarjana UGM. Ia menjadi salah satu dari 54 lulusan yang berhasil memperoleh IPK 4,00. Sementara itu, rata-rata IPK dari 270 lulusan program doktor pada periode tersebut tercatat sebesar 3,86. Universitas Gadjah Mada+1
Memulai S3 Saat Anak Berusia 2 Bulan
Perjalanan Fildza meraih gelar doktor bukan perkara mudah. Ketika memulai pendidikan S3, anaknya baru berusia dua bulan.
Di saat bersamaan, Fildza juga bekerja sebagai dosen di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang. Ia harus membagi waktu antara mengajar, mengikuti perkuliahan di Yogyakarta, dan mengurus keluarga.
Untuk menjalankan seluruh tanggung jawab tersebut, Fildza mengandalkan perencanaan jadwal yang matang. Jadwal kuliah yang diinformasikan jauh-jauh hari membantunya mengatur perjalanan pulang-pergi Semarang–Yogyakarta.
Bangun Pukul 02.00 untuk Mengerjakan Disertasi
Salah satu kebiasaan Fildza selama menjalani pendidikan doktor adalah bangun dini hari untuk menyelesaikan tugas akademik.
Ia biasanya bangun pukul 02.00, menjalankan ibadah terlebih dahulu, kemudian melanjutkan menulis disertasi hingga menjelang subuh.
Fildza juga membiasakan diri mengerjakan disertasi secara konsisten, sekitar tiga hingga empat hari dalam seminggu. Strategi tersebut membantunya menyelesaikan target akademik secara bertahap di tengah kesibukan pekerjaan dan keluarga. Universitas Gadjah Mada
Pernah Mengalami Penolakan Jurnal hingga 7 Kali
Perjalanan akademik Fildza juga diwarnai berbagai tantangan. Salah satunya ketika mengirimkan hasil penelitian ke jurnal ilmiah bereputasi.
Ia mengaku pernah mengalami penolakan hingga tujuh kali. Namun, hal tersebut tidak membuatnya menyerah. Selama menempuh pendidikan doktor, Fildza berhasil menghasilkan empat manuskrip penelitian.
Selain itu, penyelesaian disertasinya sempat tertunda sekitar dua bulan karena sang ibu mengalami sakit dan harus menjalani operasi besar.
Tips Fildza Menyelesaikan S3 Sambil Mengajar dan Mengasuh Anak
Dari pengalamannya, Fildza membagikan beberapa strategi yang membantunya menyelesaikan pendidikan doktor:
- Menentukan tujuan sejak awal. Memahami alasan melanjutkan pendidikan membantu menjaga motivasi ketika menghadapi kesulitan.
- Membuat target jangka panjang dan pendek. Pekerjaan akademik dibagi menjadi beberapa tahapan agar lebih mudah diselesaikan.
- Konsisten mengerjakan disertasi. Tidak harus menyelesaikan semuanya sekaligus, tetapi tetap menyediakan waktu secara rutin.
- Memanfaatkan waktu produktif. Fildza memilih dini hari karena lebih leluasa mengerjakan tugas akademik.
- Menjaga komunikasi dan dukungan keluarga. Dukungan orang-orang terdekat membantunya melewati berbagai tantangan.
- Memberikan waktu untuk beristirahat. Ketika jenuh, ia melakukan aktivitas bersama keluarga atau pekerjaan rumah untuk menyegarkan pikiran.
Harapan Setelah Meraih Gelar Doktor
Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan S3, Fildza berharap ilmu yang diperolehnya dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Sebagai dosen di bidang farmasi komunitas, ia ingin meningkatkan kontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Baginya, gelar doktor bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan juga amanah untuk menghasilkan karya dan memberikan manfaat bagi orang lain. Universitas Gadjah Mada.








