Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menjalankan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026 untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah di berbagai daerah.
Program ini tidak hanya bertujuan memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar. Sejumlah sekolah penerima bantuan mengaku merasakan perubahan positif, baik dari sisi fasilitas maupun semangat guru dan murid.
Salah satu kisah tersebut datang dari SD Negeri 49 Kota Jambi dan SD Negeri Rejosari di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kemendikdasmen+1
1. SD Negeri 49 Jambi Terima Bantuan Revitalisasi Rp1,7 Miliar
SD Negeri 49 Kota Jambi menjadi salah satu sekolah penerima bantuan revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 dengan nilai sekitar Rp1,7 miliar.
Kepala SD Negeri 49 Kota Jambi, Nina Yusyana, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan pemerintah tersebut. Menurutnya, revitalisasi memberikan harapan baru bagi guru dan murid untuk menjalankan kegiatan pembelajaran dengan lebih nyaman.
Melalui program ini, sebanyak 14 ruang kelas mendapatkan renovasi. Perbaikan juga mencakup sejumlah fasilitas pendukung, yaitu:
- Satu ruang guru.
- Satu ruang administrasi.
- Satu perpustakaan.
- Satu ruang UKS.
- Delapan bilik toilet untuk guru dan murid.
Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi bangunan sekolah yang berdiri sejak 1974 tersebut cukup memprihatinkan. Sejumlah tiang dan dinding kelas masih menggunakan material kayu. Beberapa ruang kelas bahkan belum memiliki plafon, sementara plafon di ruangan lainnya mengalami kebocoran.
Setelah revitalisasi, pihak sekolah berharap murid semakin bersemangat mengikuti pembelajaran dan guru dapat memberikan pendidikan secara lebih optimal. Kemendikdasmen+1
2. SD Negeri Rejosari Grobogan Terima Bantuan Rp1 Miliar
Perubahan positif juga dirasakan SD Negeri Rejosari di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Sekolah tersebut memperoleh bantuan revitalisasi senilai Rp1.002.563.503. Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi sejumlah fasilitas sekolah membutuhkan perbaikan serius.
Enam ruang kelas memiliki atap yang sudah tidak layak. Toilet dan saluran air juga mengalami kerusakan. Ketika hujan turun, air bahkan kerap meluap hingga masuk ke ruang kelas sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Melalui program revitalisasi, sekolah mendapatkan perbaikan enam ruang kelas, atap, dinding, toilet murid dan guru, serta penataan lingkungan sekolah.
Kepala SD Negeri Rejosari, Toni Hariyanto, berharap kondisi bangunan yang kini diperbaiki dapat membuat murid belajar dengan lebih tenang dan guru mengajar tanpa kekhawatiran terhadap kondisi fasilitas sekolah. Kemendikdasmen+1
3. Revitalisasi Sekolah Bukan Sekadar Memperbaiki Bangunan
Program revitalisasi memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar memperbaiki gedung sekolah. Lingkungan belajar yang layak diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, motivasi, dan semangat seluruh warga sekolah.
Kepala SD Negeri 49 Kota Jambi, Nina Yusyana, menyampaikan bahwa bantuan fisik tersebut turut memberikan motivasi baru bagi guru dan murid untuk menjalankan tugas serta kegiatan pembelajaran secara lebih baik dan profesional.
Sementara itu, Toni Hariyanto dari SD Negeri Rejosari berharap fasilitas yang telah diperbaiki dapat mendukung peningkatan prestasi murid.
Dengan demikian, perbaikan sarana pendidikan diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap kualitas proses belajar mengajar. Kemendikdasmen+1
4. Kemendikdasmen Dorong Pelaporan Revitalisasi Tepat Waktu
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PDPNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa percepatan pelaporan dan bimbingan teknis menjadi langkah penting untuk memastikan program revitalisasi berjalan efektif, efisien, dan sesuai jadwal.
Dalam kegiatan Bimbingan Teknis Percepatan Pelaporan Progres Revitalisasi Sekolah Dasar Tahun 2026 di Jakarta pada Kamis (5/11/2026), hadir lima narasumber dari berbagai unsur, termasuk Inspektorat, jaminan teknis, tenaga ahli perguruan tinggi, serta tim teknis kementerian.
Kemendikdasmen mendorong seluruh sekolah penerima bantuan agar menyampaikan laporan secara lengkap, benar, dan tepat waktu.
Pelaporan tersebut diperlukan untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memastikan anggaran yang disalurkan benar-benar menghasilkan fasilitas pendidikan yang lebih layak.
Gogot berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal sehingga target revitalisasi sekolah dasar tahun 2026 dapat tercapai sesuai jadwal dan perjanjian yang telah ditetapkan. Kemendikdasmen+1








