Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa percepatan transformasi pendidikan nasional hanya bisa terwujud lewat semangat gotong royong dari banyak pihak. Ia menyoroti bahwa tantangan pendidikan saat ini terlalu kompleks jika hanya dibebankan pada pemerintah semata.
Mu’ti menjelaskan, sinergi lintas kementerian yang solid dan partisipasi aktif masyarakat menjadi fondasi penting untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan bagi semua anak bangsa. Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di berbagai satuan pendidikan.
“Gotong royong adalah kekuatan utama bangsa Indonesia,” ujarnya. Dalam konteks pendidikan, ia menekankan bahwa pelibatan masyarakat berperan besar untuk menutup keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah. Karena itu, dukungan komunitas, orang tua, dan para pemangku kepentingan lain tidak lagi bersifat pelengkap, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan layanan pendidikan yang merata dan bermutu.
Mu’ti juga menerangkan bahwa program Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak sebatas membenahi fisik sekolah, tetapi sekaligus membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif sebagai dasar proses pembelajaran yang efektif. Menurutnya, suasana belajar yang baik akan mendorong pembelajaran yang lebih menyenangkan sekaligus bermakna, sehingga pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan peningkatan kualitas proses belajar dan pembentukan karakter murid.
Di sisi lain, percepatan Digitalisasi Pembelajaran menjadi agenda penting dengan pemanfaatan teknologi seperti interactive flat panel (IFP) agar materi dapat disampaikan secara lebih interaktif dan mudah dipahami. Dengan dukungan teknologi, Mu’ti menilai pembelajaran bisa dibuat lebih menarik serta relevan dengan kebutuhan zaman, sehingga murid tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terdorong untuk berpikir kritis dan kreatif.









