JAKARTA – Berbagai aspirasi dari para guru Taman Kanak-Kanak (TK) disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melalui audiensi bersama Pengurus Pusat Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI).
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu penting yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini menjadi perhatian, mulai dari peningkatan kesejahteraan guru honorer hingga penguatan regulasi di bidang PAUD.
Aspirasi Guru TK yang Disampaikan
Dalam audiensi tersebut, IGTKI-PGRI menyampaikan beberapa usulan utama, antara lain:
- Peningkatan kesejahteraan guru honorer.
- Perluasan kesempatan bagi guru untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
- Penguatan kompetensi guru TK.
- Pemerataan fasilitas pendidikan anak usia dini (PAUD).
Aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak usia dini di Indonesia.
Dorong Percepatan RUU Sisdiknas
Selain membahas kesejahteraan guru, IGTKI-PGRI juga mendorong percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).
Organisasi tersebut juga mengharapkan adanya kepastian regulasi mengenai penyelenggaraan PAUD agar layanan pendidikan anak usia dini dapat berjalan lebih berkualitas, merata, dan berkelanjutan.
Komitmen DPR RI
Dalam kesempatan tersebut, DPR RI menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi yang telah disampaikan oleh IGTKI-PGRI.
Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan nasional, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini yang menjadi fondasi penting bagi perkembangan generasi bangsa.
DPR RI menilai bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum dan sarana prasarana, tetapi juga pada kesejahteraan serta kualitas para guru yang mendidik anak-anak sejak usia dini.
Pendidikan Anak Usia Dini Menjadi Fondasi Bangsa
Guru TK memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kemampuan dasar, serta perkembangan anak pada masa awal kehidupan.
Karena itu, dukungan terhadap kesejahteraan guru, peningkatan kompetensi, pemerataan fasilitas, serta penguatan regulasi PAUD diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan nasional di masa mendatang.




