Jakarta – Australia melihat Indonesia sebagai mitra penting untuk saling bertukar pengetahuan di bidang pertanian, ketahanan pangan, dan perubahan iklim. Hal tersebut menjadi salah satu alasan The University of Melbourne (Unimelb) memperkuat kerja sama pendidikan tinggi dengan perguruan tinggi Indonesia.
Unimelb bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan IPB University mengembangkan program pendidikan magister dual degree di bidang pertanian. Kerja sama tersebut mencakup Master of Agricultural Sciences Dual Degree bersama UGM serta program MSc Agribusiness Science di IPB dan Master of Agricultural Sciences di Unimelb.
Australia Ingin Belajar dari Pengalaman Indonesia
Director of Graduate Research, School of Food and Ecosystem Sciences Unimelb, Associate Professor Dorin Gupta, mengatakan perubahan iklim berpotensi mengubah kondisi pertanian Australia.
Wilayah Australia yang selama ini cenderung mengalami musim kering diperkirakan dapat menghadapi peningkatan curah hujan. Di sisi lain, sejumlah wilayah Australia juga menghadapi kondisi kekeringan dan banjir secara bersamaan.
Perubahan tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap sistem pertanian, termasuk risiko penyakit dan hama tanaman.
Karena itu, Unimelb melihat pengalaman Indonesia dalam menghadapi kondisi tersebut sebagai sesuatu yang dapat dipelajari dan dikembangkan untuk konteks Australia.
Pengetahuan Tradisional Indonesia Jadi Perhatian
Selain teknologi pertanian, Australia juga tertarik mempelajari bagaimana masyarakat Indonesia menjaga ketahanan pangan melalui pengetahuan dan praktik tradisional.
Gupta menilai perpaduan antara pengetahuan tradisional Indonesia dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Australia dapat memberikan perspektif baru dalam menghadapi tantangan produksi pangan di masa depan.
Di sisi lain, para akademisi dan peneliti muda Indonesia juga dapat mempelajari bagaimana Australia menghadapi persoalan seperti kekeringan dan keterbatasan sumber air untuk pertanian.
Teknologi Keamanan Pangan Jadi Keunggulan Australia
Kerja sama tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi Australia. Unimelb juga menawarkan pengetahuan mengenai teknologi keamanan pangan, termasuk bagaimana memastikan hasil produksi pertanian dapat sampai ke masyarakat dengan aman.
Dengan demikian, kedua negara dapat saling melengkapi. Indonesia memiliki pengalaman dalam praktik pertanian dan ketahanan pangan yang berkembang sesuai kondisi tropis, sedangkan Australia memiliki berbagai perkembangan teknologi dan pendekatan ilmiah yang dapat dibagikan kepada mitra Indonesia.
Pendidikan Jadi Awal Kolaborasi
Pro-Vice Chancellor (Global) Unimelb Prof Frank Vetere menilai Indonesia dan Australia memiliki tantangan yang sama dalam mencari cara untuk menghasilkan pangan secara berkelanjutan.
Inovasi pertanian diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi dunia akademik, tetapi juga memberikan dampak bagi petani, industri, dan masyarakat.
Karena itu, kerja sama kedua negara dimulai melalui pendidikan, penelitian, dan kolaborasi akademik. Harapannya, hubungan tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama jangka panjang untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan global.









