Setelah hampir dua dekade berdiri dengan keterbatasan fasilitas, SMA Swasta Afore Susua di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, akhirnya mendapatkan bantuan revitalisasi sekolah pada 2026.
Sekolah yang berada di Kecamatan Susua tersebut menjadi salah satu penerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini salah satunya menyasar sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sekolah dengan kondisi fisik rusak berat, serta sekolah yang terdampak bencana.
Dapat Bantuan Rp1,1 Miliar
SMA Swasta Afore Susua memperoleh bantuan revitalisasi sebesar Rp1.103.448.000. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki tujuh ruang kelas atau ruang serbaguna sekaligus melengkapi perabot sekolah.
Hingga 15 September 2026, pelaksanaan revitalisasi telah mencapai sekitar 72 persen. Perubahan mulai terlihat pada ruang-ruang yang sebelumnya mengalami kerusakan dan kini berangsur menjadi lebih kokoh, rapi, serta layak digunakan.
Sekolah Pertama di Kecamatan Susua
SMA Swasta Afore Susua merupakan sekolah pertama yang didirikan di Kecamatan Susua pada 2006. Sekolah tersebut dibangun oleh yayasan sebagai respons terhadap terbatasnya akses pendidikan jenjang SMA bagi anak-anak di wilayah tersebut.
Selama hampir 20 tahun, sekolah telah meluluskan hampir 2.000 alumni yang kemudian berkontribusi di tengah masyarakat. Namun, sebelum mendapatkan revitalisasi, sejumlah ruang kelas berada dalam kondisi yang membutuhkan perbaikan.
Atap mengalami kebocoran, plafon rusak, sementara bagian lantai, jendela, dan pintu juga mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan fasilitas belajar yang lebih layak menjadi semakin mendesak.
Revitalisasi Sekolah Nias Selatan Capai 106 Satuan Pendidikan
SMA Swasta Afore Susua bukan satu-satunya sekolah yang mendapatkan bantuan di Kabupaten Nias Selatan. Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 di wilayah tersebut menyasar 106 satuan pendidikan dengan total bantuan sekitar Rp118,7 miliar.
Rinciannya terdiri atas 30 PAUD senilai Rp16,3 miliar, 46 SD sebesar Rp54,6 miliar, 18 SMP sebesar Rp34,7 miliar, enam SMA sebesar Rp7,8 miliar, serta enam SMK dengan bantuan Rp5,3 miliar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan revitalisasi tahun ini diarahkan untuk memastikan anak-anak di berbagai wilayah tetap mendapatkan tempat belajar yang layak, termasuk mereka yang berada di daerah 3T.
Guru dan Siswa Menantikan Ruang Kelas Baru
Kepala SMA Swasta Afore Susua, Esti Jefriani Giawa, menyambut baik proses revitalisasi yang sedang berlangsung. Menurutnya, perubahan kondisi bangunan mulai terlihat sejak pekerjaan dilakukan.
Meskipun proses pembangunan belum sepenuhnya selesai, para guru dan siswa sudah menantikan penggunaan ruang kelas yang telah diperbaiki.
Bagi sekolah yang telah bertahan hampir dua dekade dengan fasilitas terbatas tersebut, revitalisasi menjadi bagian penting dalam menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik.
Program revitalisasi di Afore Susua sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan sarana pendidikan tidak hanya menyasar sekolah di perkotaan, tetapi juga satuan pendidikan di wilayah 3T yang membutuhkan dukungan fasilitas belajar.









