Di balik kelas-kelas yang ramai di Kabupaten Batang, ada banyak bangku yang mulai kosong. Data per 27 April 2026 mencatat ratusan siswa SD dan lebih dari dua ribu siswa SMP–SMA/SMK tercatat tidak lagi melanjutkan sekolah dalam Dapodik.
Untuk mencegah semakin banyak anak putus sekolah, guru-guru di Batang tidak hanya menunggu di kelas. Mereka melakukan home visit, datang langsung ke rumah siswa yang mogok atau lama tidak masuk, mengajak bicara, dan membujuk mereka kembali ke sekolah.
Kepala Disdikbud Batang menegaskan, penyebab DO bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga retaknya rumah tangga, pola asuh yang lemah, hingga pengaruh lingkungan pergaulan seperti kebiasaan begadang dan nongkrong hingga larut malam. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya empat pilar pendidikan—sekolah, orang tua, masyarakat, dan lingkungan—agar tidak ada lagi masa depan anak yang hilang hanya karena bangku kosong dibiarkan begitu saja.









