SINGAPURA – Indonesia dan Singapura kembali memperkuat kemitraan di bidang pendidikan melalui pertemuan bilateral yang berlangsung di sela 14th ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee membahas sejumlah isu strategis, mulai dari pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) pendidikan, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), peningkatan kompetensi guru, hingga pengembangan Sekolah Indonesia di Singapura.
AI Didorong untuk Pemerataan Pendidikan di Indonesia
Salah satu fokus utama pembahasan adalah pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), untuk memperluas akses pendidikan bagi peserta didik di berbagai wilayah Indonesia, terutama daerah terpencil.
Menurut Abdul Mu’ti, teknologi dapat menjadi solusi untuk mengurangi kesenjangan layanan pendidikan antara peserta didik di wilayah perkotaan dan mereka yang tinggal di pelosok negeri.
Ia menilai pemanfaatan internet dan AI dapat membuka peluang yang lebih luas bagi pemerataan kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia.
AI Bukan Pengganti Kemampuan Berpikir Manusia
Meski mendukung pemanfaatan teknologi, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa AI bukanlah solusi bagi seluruh persoalan pendidikan.
Menurutnya, teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu, sementara kemampuan berpikir reflektif, berpikir kritis, kreativitas, dan budaya literasi tetap harus dibangun melalui proses pendidikan yang melibatkan manusia.
Karena itu, penggunaan AI harus diimbangi dengan penguatan karakter, kemampuan analitis, serta kecakapan peserta didik dalam memahami dan mengolah informasi secara bijak.
Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Singapura Terus Diperkuat
Selain membahas pemanfaatan AI, kedua menteri juga berdiskusi mengenai pembaruan kerja sama pendidikan yang mencakup peningkatan kompetensi guru, pengembangan program kolaborasi pendidikan, serta masa depan Sekolah Indonesia di Singapura.
Pertemuan bilateral tersebut menjadi bagian dari komitmen kedua negara untuk memperkuat kolaborasi pendidikan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global.
Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Singapura berharap dapat menghadirkan sistem pendidikan yang semakin inklusif, inovatif, dan mampu menjangkau seluruh peserta didik tanpa terkecuali.









