Yogyakarta – Menempuh pendidikan di dua negara tidak menghalangi Ramzy untuk meraih prestasi akademik. Ia berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan IPK 3,99.
Perjalanan pendidikan Ramzy menjadi menarik karena ia tidak hanya menjalani perkuliahan di Indonesia, tetapi juga mendapatkan pengalaman akademik di luar negeri. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan studinya hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dengan capaian akademik yang sangat tinggi.
Kuliah di Dua Negara
Selama menempuh pendidikan, Ramzy harus beradaptasi dengan dua lingkungan akademik dan budaya yang berbeda. Pengalaman belajar di luar negeri memberinya kesempatan untuk mengenal sistem pendidikan, cara belajar, serta lingkungan akademik yang berbeda dari Indonesia.
Meski harus beradaptasi, Ramzy mampu menjaga performa akademiknya hingga meraih IPK 3,99 di UGM.
Lulus dengan Prestasi Gemilang
Capaian tersebut mengantarkan Ramzy menjadi lulusan terbaik UGM. Prestasinya menunjukkan bahwa pengalaman belajar di berbagai lingkungan dapat menjadi modal untuk mengembangkan kemampuan akademik dan pribadi.
Bagi Ramzy, keberhasilan tersebut tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik. Konsistensi belajar, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus berkembang menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikannya.
Kisah Ramzy dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman pendidikan internasional tanpa melupakan target akademik di perguruan tinggi asal.









