Lampung Timur – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung. Memasuki hari keempat penanganan, kebakaran masih berdampak pada kawasan konservasi tersebut.
Hingga Senin (24/8/2026), sekitar 100,7 hektare lahan di kawasan TNWK dilaporkan terdampak kebakaran. Kondisi tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Sumatra bersama Presiden Prabowo Subianto secara virtual.
Petugas Masih Berjibaku Padamkan Api
Petugas gabungan terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik yang terdampak. Sebelumnya, kebakaran juga dilaporkan meluas di dalam kawasan konservasi sehingga proses penanganan harus dilakukan secara intensif.
Kondisi medan dan vegetasi yang mudah terbakar menjadi salah satu tantangan dalam upaya pemadaman. Petugas juga perlu memastikan api tidak kembali muncul setelah berhasil dikendalikan.
Pada tahap awal penanganan, petugas masih berkonsentrasi memadamkan api sehingga kondisi kawasan secara menyeluruh belum dapat dipastikan.
Satwa di Kawasan Konservasi Jadi Perhatian
Kebakaran di TNWK menjadi perhatian khusus karena kawasan tersebut merupakan habitat berbagai satwa liar, termasuk gajah Sumatera dan badak Sumatera.
Gajah Sumatera merupakan salah satu satwa prioritas dalam pengelolaan TNWK. Kawasan ini juga memiliki sejumlah unit Elephant Response Unit untuk mendukung upaya konservasi gajah.
Karena itu, penanganan karhutla tidak hanya bertujuan memadamkan api, tetapi juga mencegah dampak yang lebih luas terhadap habitat dan keselamatan satwa.
Kebakaran Mengancam Ekosistem
Kebakaran di kawasan taman nasional dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap ekosistem. Hilangnya vegetasi dan rusaknya habitat dapat mengganggu ketersediaan sumber makanan serta ruang hidup satwa.
Selain pemadaman, pemulihan kawasan setelah kebakaran menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Pemerintah dan pengelola kawasan konservasi juga perlu memperkuat pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Kebakaran Way Kambas menjadi pengingat bahwa karhutla di kawasan konservasi bukan hanya persoalan lahan yang terbakar, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekosistem dan satwa liar yang hidup di dalamnya.









