JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menutup Training of Trainers (ToT) Qur’an Isyarat Batch 3 yang berlangsung di Masjid Baitut Tholibin, Kompleks Kantor Kemendikdasmen, Jakarta.
Penutupan pelatihan ditandai dengan pengukuhan 21 peserta, terdiri atas 11 guru dan 10 murid, sebagai Duta Al-Qur’an Bahasa Isyarat yang akan menjadi penggerak pembelajaran Al-Qur’an yang lebih inklusif bagi peserta didik penyandang disabilitas rungu.
Bekali Guru dan Murid Mengajar Al-Qur’an dengan Bahasa Isyarat
Selama dua hari pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai metode membaca, memahami, dan mengajarkan Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat.
Kompetensi tersebut diharapkan dapat diterapkan di sekolah maupun komunitas sehingga semakin banyak peserta didik penyandang disabilitas rungu memperoleh kesempatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif, termasuk pada aspek pembinaan spiritual.
Tatang Muttaqin: Pendidikan Inklusif Harus Menjangkau Kecerdasan Spiritual
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya memberikan kesempatan yang setara dalam bidang akademik, tetapi juga memastikan peserta didik Tuli memperoleh hak yang sama dalam mempelajari nilai-nilai keagamaan.
Ia menilai pembelajaran Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat merupakan ikhtiar penting untuk menghadirkan pendidikan yang adil dan bermakna bagi seluruh peserta didik.
Menurut Tatang, para Duta Al-Qur’an Bahasa Isyarat yang telah dikukuhkan diharapkan mampu menjadi agen perubahan di daerah masing-masing dengan terus mengembangkan dan menyebarluaskan pembelajaran Al-Qur’an berbasis bahasa isyarat.
Peserta Rasakan Manfaat Pelatihan
Salah satu peserta dari SLB Muhammadiyah Karangpawitan, Garut, Fira, mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut.
Ia mengatakan selama pelatihan belajar mengenal huruf-huruf hijaiyah melalui bahasa isyarat dan berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain.
Pengalaman peserta menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik mampu meningkatkan semangat belajar sekaligus memperluas akses terhadap pendidikan agama.
Tiga Peserta Terbaik Raih Penghargaan
Pada penutupan kegiatan, Kemendikdasmen juga memberikan penghargaan kepada tiga peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan capaian mereka selama mengikuti pelatihan.
Ketiga peserta tersebut adalah:
- Nafisya Lutsiana
- Indah Pujasari
- Tiara Nida Maharani
Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an bahasa isyarat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Melalui program ToT Qur’an Isyarat Batch 3, Kemendikdasmen kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, setara, dan berpihak pada seluruh peserta didik, termasuk penyandang disabilitas rungu.









