Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang disesuaikan dengan standar Programme for International Student Assessment (PISA). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kemampuan akademis siswa Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian skor PISA, tetapi juga pada penguatan keterampilan, kemampuan, dan karakter siswa.
“Tujuan sekolah bukan hanya lulus PISA, melainkan bagaimana siswa memiliki keterampilan, kemampuan, dan karakter kuat. Salah satu ukurannya adalah skor PISA, sehingga TKA mulai dipaskan dengan standar tersebut,” kata Mu’ti, dilansir dari Antara, Rabu, 23 September 2026.
Mu’ti menyampaikan bahwa skor sains Indonesia pada PISA 2025 meningkat enam poin menjadi 389 dari 383 pada PISA 2022. Skor membaca juga naik enam poin, dari 359 menjadi 365. Sementara itu, skor matematika mengalami sedikit penurunan dari 366 menjadi 364.
Selain capaian skor, proporsi murid usia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal atau Coverage Index juga meningkat. Angkanya mencapai 0,90 pada PISA 2025, dibandingkan 0,46 pada keikutsertaan awal tahun 2003.
Pemerintah turut berfokus pada peningkatan kompetensi guru dan penerapan pendekatan deep learning di sekolah. Pendekatan ini diarahkan untuk mengurangi pembelajaran yang sekadar mengandalkan hafalan dan memperkuat pemahaman mendalam, kemampuan analisis, serta inovasi siswa.
Untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, Presiden Prabowo Subianto juga mengarahkan pelaksanaan pelatihan guru yang didukung APBN. Kebijakan tersebut berjalan bersamaan dengan rencana penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri.
“Komitmen memberikan layanan pendidikan gratis di sekolah negeri adalah bagian dari hak anak Indonesia mendapatkan pendidikan bermutu. Hal ini sekaligus menjalankan Astacita keempat Presiden Prabowo Subianto,” ujar Mu’ti.








