SUKOHARJO – SMA Islam Al Azhar 7 Solo Baru menghadirkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan konsep edukatif dan komprehensif. Selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, seluruh murid baru kelas X mendapatkan berbagai pembekalan yang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun karakter, kesehatan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Berbeda dari kegiatan MPLS pada umumnya, sekolah menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi untuk memberikan materi yang relevan dengan tantangan yang dihadapi remaja saat ini.
IDI Berikan Edukasi Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS
Sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan generasi muda, SMA Islam Al Azhar 7 Solo Baru bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sukoharjo untuk memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan pencegahan penularan HIV/AIDS.
Materi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, sekaligus membekali mereka dengan informasi yang benar agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
Densus 88 dan Satlantas Turut Beri Pembekalan
Selain edukasi kesehatan, para siswa juga memperoleh materi mengenai pencegahan paham ekstremisme dari Densus 88 Mabes Polri.
Sementara itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukoharjo memberikan sosialisasi tentang keselamatan berlalu lintas guna menumbuhkan budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab sejak usia sekolah.
Tak hanya itu, Bank Sampah Sukoharjo turut mengisi kegiatan MPLS dengan materi mengenai pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan.
Bangun Karakter dan Kesadaran Sejak Dini
Kepala SMA Islam Al Azhar 7 Solo Baru, Moh. Pandoyo, S.Si., M.Pd., Gr., mengatakan bahwa rangkaian kegiatan MPLS dirancang untuk membentuk karakter peserta didik agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Kami ingin murid memiliki karakter kuat, mampu mengambil keputusan yang tepat, dan terhindar dari perilaku berisiko,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan pembinaan akademik agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berintegritas.
UKS Didukung Dokter dan Perawat
Komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat juga diwujudkan melalui penguatan layanan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang mendapat dukungan langsung dari tenaga dokter dan perawat.
Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memastikan kesehatan peserta didik tetap terjaga selama menjalani proses pembelajaran.
Edukasi Penting untuk Remaja
Ketua IDI Kabupaten Sukoharjo, dr. Arif Budi Satria, Sp.B, menilai edukasi kesehatan bagi remaja menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital.
“Remaja saat ini hidup di tengah banjir informasi. Ketika rasa ingin tahu yang tinggi bertemu informasi yang keliru, risiko disinformasi meningkat. Kami hadir untuk memberikan pemahaman yang benar agar mereka mampu menjaga diri dan masa depannya,” jelasnya.
Melalui pelaksanaan MPLS yang melibatkan berbagai pihak, SMA Islam Al Azhar 7 Solo Baru berharap para murid baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, cerdas, peduli terhadap lingkungan, serta siap menjadi pemimpin masa depan.









