Solo – Kondisi sekolah rusak dinilai bukan sekadar persoalan fisik bangunan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas serta keamanan proses belajar mengajar siswa. Hal tersebut disampaikan pakar ekonomi dari Universitas Sebelas Maret yang menyoroti pentingnya percepatan perbaikan infrastruktur pendidikan di berbagai daerah.
Menurutnya, lingkungan sekolah yang aman dan layak menjadi faktor penting dalam mendukung kenyamanan siswa saat belajar. Infrastruktur yang rusak berpotensi mengganggu konsentrasi belajar, menurunkan kualitas pembelajaran, hingga membahayakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.
Kondisi ruang kelas, atap bangunan, fasilitas sanitasi, hingga sarana pendukung lainnya menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pendidikan yang efektif dan berkualitas. Karena itu, perbaikan sekolah dinilai perlu menjadi prioritas bersama.
Pemerintah Kota Solo juga didorong untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mempercepat renovasi sekolah. Keterlibatan program Corporate Social Responsibility (CSR), komite sekolah, hingga masyarakat dinilai dapat menjadi solusi gotong royong untuk membantu percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan.
Semangat gotong royong tersebut dianggap penting mengingat kebutuhan perbaikan sekolah di sejumlah wilayah masih cukup besar. Dengan dukungan bersama, proses renovasi dan peningkatan fasilitas pendidikan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan merata.
Selain meningkatkan keamanan, sekolah yang nyaman juga diyakini mampu mendukung motivasi belajar siswa dan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Lingkungan belajar yang baik akan membantu siswa lebih fokus, aktif, dan bersemangat mengikuti kegiatan pendidikan.
Peningkatan kualitas pendidikan memang tidak hanya bergantung pada kurikulum dan tenaga pengajar, tetapi juga didukung sarana dan prasarana yang memadai. Karena itu, perhatian terhadap kondisi sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.









