Jakarta – Pemerintah akan memberikan pembekalan kepada lebih dari 7.000 tenaga kependidikan Sekolah Rakyat yang dinyatakan lolos seleksi sebelum mereka resmi menjalankan tugas. Pembekalan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, tetapi juga penguatan integritas dan perlindungan terhadap peserta didik.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan para tenaga kependidikan akan mendapatkan sejumlah materi penting, antara lain pencegahan korupsi, pencegahan judi online, serta perlindungan anak dari kekerasan dan kejahatan seksual.
Materi Antikorupsi Jadi Perhatian
Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus adalah antikorupsi. Materi ini terutama ditujukan kepada tenaga administrasi yang nantinya berhubungan langsung dengan pengelolaan keuangan di lingkungan Sekolah Rakyat.
Gus Ipul menegaskan pentingnya memastikan setiap tenaga kependidikan memahami aturan dan menjalankan tugas secara bertanggung jawab. Penguatan integritas diperlukan karena pengelolaan pendidikan tidak hanya menyangkut kegiatan belajar mengajar, tetapi juga administrasi dan penggunaan sumber daya sekolah.
Pembekalan tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya pelanggaran sekaligus membangun budaya kerja yang transparan dan bertanggung jawab di lingkungan Sekolah Rakyat.
Tenaga Kependidikan Dilarang Terlibat Judi Online
Selain antikorupsi, pemerintah memberikan perhatian terhadap pencegahan perjudian, termasuk judi online.
Gus Ipul mengingatkan tenaga kependidikan agar tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merusak kondisi ekonomi keluarga. Menurutnya, perjudian merupakan aktivitas yang dilarang bagi tenaga kependidikan Sekolah Rakyat karena dapat berdampak terhadap kehidupan pribadi dan keluarga.
Materi tersebut menjadi bagian dari pembekalan integritas sebelum para tenaga kependidikan mulai menjalankan tugas secara resmi.
Perlindungan Anak Jadi Prioritas
Pembekalan juga mencakup materi mengenai pencegahan kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak.
Menurut Gus Ipul, guru, wali asrama, dan wali asuh memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi siswa. Karena itu, mereka akan mendapatkan panduan teknis dan pelatihan agar mampu melakukan langkah-langkah pencegahan.
Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan yang tidak hanya melibatkan guru di ruang kelas. Keberadaan wali asrama dan wali asuh membuat interaksi antara tenaga pendidik dan siswa berlangsung dalam berbagai aktivitas pendidikan serta kehidupan sehari-hari.
Guru dan Wali Asuh Punya Peran Penting
Gus Ipul menekankan bahwa guru dan pendamping siswa harus memahami cara mencegah potensi kekerasan sejak dini. Pedoman yang telah disiapkan pemerintah diharapkan dapat digunakan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Pembekalan tidak hanya diarahkan agar peserta memahami materi secara teori. Pemerintah mengharapkan seluruh pengetahuan dan panduan yang diberikan benar-benar diterapkan setelah tenaga kependidikan mulai bertugas di Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat Butuh SDM Berkualitas
Kualitas tenaga pendidik dan kependidikan menjadi salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Sebelumnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga menekankan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan guru, kepala sekolah, wali asuh, serta tenaga nonkependidikan yang memiliki kompetensi dan integritas.
Dalam proses seleksi calon PPPK Sekolah Rakyat 2026, BKN mencatat 118.432 peserta yang melanjutkan ke tahap seleksi kompetensi berbasis CAT. Seleksi tersebut diselenggarakan di 42 titik di seluruh Indonesia.
BKN menyebut proses seleksi dirancang dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan objektivitas untuk mendapatkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi serta komitmen terhadap pelayanan pendidikan.
Sekolah Rakyat Fokus pada Akses Pendidikan
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama gratis yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat intervensi sosial.
Kemendikdasmen mencatat hingga April 2026, Sekolah Rakyat telah menjangkau hampir 15.000 siswa di 166 lokasi yang tersebar di 36 provinsi, dengan melibatkan lebih dari 2.500 tenaga pendidik dan kependidikan.
Seiring dengan pengembangan program, kebutuhan terhadap tenaga pendidikan dan kependidikan yang memiliki kemampuan profesional sekaligus integritas menjadi semakin penting.
Integritas Tidak Hanya untuk Tenaga Administrasi
Meskipun materi antikorupsi secara khusus mendapat perhatian bagi tenaga administrasi yang menangani keuangan, penguatan integritas berlaku bagi seluruh tenaga kependidikan.
Guru, wali asrama, wali asuh, dan tenaga pendukung lainnya memiliki tanggung jawab dalam menjalankan pelayanan pendidikan serta berinteraksi langsung dengan siswa.
Karena itu, pembekalan diharapkan dapat menjadi standar perilaku bagi seluruh personel Sekolah Rakyat, baik dalam menjalankan tugas profesional maupun ketika mendampingi peserta didik.
Pembekalan Diharapkan Diterapkan di Sekolah
Pemerintah tidak ingin pembekalan hanya berhenti pada kegiatan pelatihan. Materi yang diberikan diharapkan dapat diterapkan ketika para tenaga kependidikan mulai menjalankan tugas di masing-masing Sekolah Rakyat.
Penerapan tersebut mencakup pencegahan korupsi, menjauhi perjudian, menciptakan lingkungan belajar yang aman, serta melakukan pencegahan kekerasan dan kejahatan seksual terhadap siswa.
Dengan demikian, penguatan kualitas Sekolah Rakyat tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik siswa, tetapi juga pada terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, berintegritas, dan mendukung pembentukan karakter.








