JAKARTA – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mencatat peningkatan jumlah pendaftar pada Jalur Disabilitas Tahun 2026. Sebanyak 138 peserta mengikuti seleksi tahun ini, meningkat 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti oleh 125 peserta.
Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat penyandang disabilitas untuk melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri yang menyediakan layanan pendidikan inklusif.
Minat Kuliah Penyandang Disabilitas Terus Meningkat
Kepala Kantor Admisi UNJ, I Wayan Sugita, mengatakan kenaikan jumlah peserta menjadi indikator meningkatnya kepercayaan penyandang disabilitas terhadap akses pendidikan tinggi yang inklusif.
Menurutnya, semakin banyak calon mahasiswa yang melihat UNJ sebagai pilihan untuk melanjutkan studi karena komitmen kampus dalam menyediakan layanan yang ramah bagi mahasiswa disabilitas.
Fakultas Teknik Paling Diminati
Pada seleksi Jalur Disabilitas tahun ini, terdapat tiga fakultas yang menjadi pilihan utama peserta, yaitu:
- Fakultas Teknik
- Fakultas Ilmu Pendidikan
- Fakultas Bahasa dan Seni
Sementara itu, salah satu program studi yang paling banyak diminati adalah Program Sarjana Terapan Seni Kuliner dan Pengelolaan Jasa Makanan.
Tingginya minat pada program-program tersebut menunjukkan bahwa calon mahasiswa disabilitas memiliki pilihan studi yang semakin beragam sesuai minat dan potensi masing-masing.
Seleksi Disesuaikan dengan Kebutuhan Peserta
Pelaksanaan seleksi Jalur Disabilitas UNJ berlangsung secara luring di Gedung Dewi Sartika (GDS) UNJ pada 18 Juli 2026.
Untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti proses seleksi dengan nyaman, UNJ menyediakan berbagai bentuk pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta.
Pendampingan diberikan kepada peserta dengan berbagai ragam disabilitas, seperti tunanetra, tunarungu, tunadaksa, autisme, ADHD, hingga tunagrahita.
Selain itu, panitia juga menyiapkan juru bahasa isyarat di ruang ujian guna mendukung kelancaran komunikasi selama pelaksanaan seleksi.
REDIS Kerahkan 65 Relawan
Proses pendampingan dilakukan oleh Relawan Disabilitas UNJ (REDIS) yang mendampingi peserta sejak tiba di kampus hingga seluruh rangkaian seleksi selesai.
Koordinator REDIS Penmaba Disabilitas, Prila Ahdanila, menjelaskan bahwa kebutuhan setiap peserta telah dipetakan sebelum hari pelaksanaan sehingga relawan dapat memberikan bantuan yang sesuai.
Pada tahun 2026, REDIS mengerahkan 65 relawan yang berasal dari berbagai program studi dan angkatan. Seluruh relawan telah memperoleh pelatihan mengenai pendampingan disabilitas serta bahasa isyarat.
Relawan bertugas membantu mobilitas peserta sekaligus menjadi penghubung komunikasi antara panitia dan peserta, sedangkan proses administrasi serta verifikasi tetap dilaksanakan oleh pihak Admisi UNJ.
Wujud Komitmen Pendidikan Inklusif
Peningkatan jumlah peserta Jalur Disabilitas menjadi bukti bahwa akses pendidikan tinggi yang inklusif semakin mendapat perhatian.
Melalui penyediaan fasilitas pendampingan, relawan terlatih, hingga layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta, UNJ terus memperkuat komitmennya dalam memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh calon mahasiswa tanpa terkecuali.








