Jakarta – Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) menjadi salah satu pilihan sekolah kedinasan bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan sekaligus mempersiapkan karier di lingkungan Kementerian Hukum.
Poltekpin merupakan hasil penggabungan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) sejak 2024. Pada seleksi sekolah kedinasan 2026, Poltekpin menjadi salah satu institusi yang dibuka dalam seleksi nasional.
Cara Daftar Poltekpin
Pendaftaran sekolah kedinasan dilakukan melalui portal resmi SSCASN Sekolah Kedinasan BKN. Secara umum, tahapannya sebagai berikut:
- Buka portal pendaftaran sekolah kedinasan BKN.
- Buat akun menggunakan NIK, nomor KK, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir.
- Lengkapi data diri dan informasi kontak.
- Unggah pasfoto dan dokumen yang dipersyaratkan.
- Login kembali menggunakan akun yang telah dibuat.
- Pilih Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin).
- Lengkapi formulir pendaftaran dan unggah dokumen persyaratan.
- Periksa kembali seluruh data sebelum mengakhiri pendaftaran.
- Kirim pendaftaran dan simpan bukti registrasi.
- Pantau pengumuman hasil seleksi administrasi serta tahapan seleksi berikutnya.
Pendaftar sekolah kedinasan hanya diperbolehkan memilih satu sekolah kedinasan.
Portal SSCASN Sekolah Kedinasan BKN
Apa Itu Poltekpin?
Poltekpin merupakan perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Hukum yang berfokus pada bidang pemasyarakatan dan keimigrasian.
Kampus ini dibentuk melalui penggabungan Poltekip dan Poltekim sebagai bagian dari restrukturisasi pendidikan kedinasan Kementerian Hukum.
Pada seleksi perdana 2026, pemerintah membuka sekitar 200 calon taruna untuk Poltekpin.
Lulusan Poltekpin Jadi CPNS?
Poltekpin menjadi salah satu sekolah kedinasan yang menawarkan pendidikan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan aparatur pemerintah. Lulusan memiliki peluang untuk melanjutkan karier sebagai ASN sesuai ketentuan dan kebutuhan formasi pemerintah.
Karena itu, calon peserta perlu memahami bahwa lulus Poltekpin tidak berarti bebas dari seluruh proses dan ketentuan pengangkatan ASN. Mekanisme pengangkatan tetap mengikuti regulasi dan formasi yang berlaku.
Persiapkan Dokumen dari Sekarang
Calon peserta sebaiknya menyiapkan dokumen sejak awal, seperti KTP, KK, ijazah atau surat keterangan lulus, akta kelahiran, pasfoto, serta dokumen khusus lain sesuai pengumuman seleksi.
Persyaratan seperti usia, kesehatan, tinggi badan, status perkawinan, dan ketentuan fisik lainnya juga perlu diperiksa secara teliti karena dapat berubah sesuai pengumuman penerimaan pada tahun berjalan. Persyaratan tahun sebelumnya tidak boleh otomatis dianggap berlaku untuk seleksi 2026.






















