JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka Program Aksara (Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat) Tahun 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat pengalaman pengabdian sebagai bagian dari pembelajaran di perguruan tinggi.
Pelaksanaan Program Aksara melibatkan organisasi kemahasiswaan intrakampus yang didampingi oleh tim dosen. Selama program berlangsung, mahasiswa bersama dosen akan bekerja sama dengan mitra masyarakat dan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di wilayah sasaran.
Dua Skema Program Aksara 2026
Pada tahun 2026, Kemdiktisaintek menyediakan dua skema utama dalam Program Aksara, yaitu Aksara Peduli dan Aksara Sirkular.
Aksara Peduli difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui penyelesaian berbagai isu prioritas nasional, antara lain:
- Ketahanan pangan
- Energi
- Kesehatan
- Ekonomi kreatif
- Ekonomi hijau
- Ekonomi biru
- Permasalahan lain yang relevan dengan kebutuhan daerah sasaran
Sementara itu, Aksara Sirkular berfokus pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui edukasi, pemilahan sampah, penerapan teknologi, penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), pengembangan bank sampah, hingga penerapan konsep ekonomi sirkular.
Program Berlangsung Selama Enam Bulan
Kegiatan Aksara akan dilaksanakan selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2026.
Setiap tim diwajibkan melaksanakan program dengan minimal 160 jam kerja efektif di lokasi pengabdian agar kegiatan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dana Hibah Hingga Rp120 Juta
Untuk mendukung pelaksanaan program, Kemdiktisaintek menyediakan pendanaan sebesar Rp80 juta hingga Rp120 juta untuk setiap proposal yang lolos seleksi.
Dari total anggaran yang diajukan, minimal 60 persen wajib dialokasikan untuk pengembangan teknologi dan inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada mitra sasaran di lokasi pengabdian.
Kebijakan tersebut bertujuan memastikan program tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga menghasilkan solusi nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Alur Pengajuan Proposal
Mahasiswa dan dosen yang ingin mengikuti Program Aksara 2026 harus melalui beberapa tahapan penyusunan proposal, yaitu:
- Menentukan skema program dan permasalahan prioritas.
- Menetapkan lokasi kegiatan, mitra sasaran, dan mitra pemerintah.
- Menyusun tim mahasiswa, tim dosen, serta teknologi atau inovasi yang akan diterapkan.
- Menyusun proposal sesuai format yang ditentukan.
- Mengajukan proposal melalui akun ketua tim dosen pada sistem BIMA.
Jadwal Program Aksara 2026
Berikut tahapan pelaksanaan Program Aksara Tahun 2026:
- Juli 2026: Sosialisasi dan penerimaan proposal.
- Agustus 2026: Seleksi proposal, pengumuman penerima pendanaan, dan penandatanganan kontrak.
- Agustus–Desember 2026: Pelaksanaan program di lokasi pengabdian.
- Oktober 2026: Penyampaian laporan kemajuan.
- November 2026: Monitoring dan evaluasi internal serta evaluasi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek.
- Desember 2026: Penyampaian laporan akhir dan seminar hasil serta dampak program.
Melalui Program Aksara 2026, Kemdiktisaintek berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kampus, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat budaya pengabdian di perguruan tinggi.








