KUPANG – Revitalisasi SMAN 8 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi salah satu contoh tantangan pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah dengan kondisi geografis yang tidak mudah. Berdiri di kawasan berbatu karang dan kontur tanah yang tidak rata, pembangunan ruang kelas baru membutuhkan perjuangan ekstra agar dapat menghadirkan fasilitas belajar yang lebih layak bagi para siswa.
Sekolah yang berada di perbatasan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang tersebut memperoleh bantuan dana revitalisasi dari pemerintah sebesar Rp1,2 miliar pada 2025. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun empat ruang kelas baru dan dua unit toilet guna meningkatkan kualitas sarana pendidikan.
Pembangunan di Atas Lahan Berkarang
Pengawas Pembina SMAN 8 Kupang, Noh Kana Hau, menjelaskan bahwa proses pembangunan menghadapi tantangan besar karena hampir seluruh area sekolah dipenuhi batu karang dengan permukaan tanah yang naik turun.
Kondisi tersebut membuat pembangunan gedung tidak hanya membutuhkan material konstruksi, tetapi juga tenaga dan tanggung jawab yang lebih besar dalam menyiapkan fondasi bangunan agar tetap aman dan kokoh.
Proyek revitalisasi juga melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar sebagai bentuk pemberdayaan warga lokal dalam pembangunan sekolah.
Revitalisasi Kurangi Kekurangan Ruang Kelas
Kepala SMAN 8 Kupang, Samuel Djami Riwu, mengatakan bahwa revitalisasi membawa dampak positif bagi kegiatan belajar mengajar.
Sebelumnya, sekolah yang memiliki sekitar 850 siswa mengalami kekurangan tujuh ruang kelas sehingga sejumlah laboratorium dan aula harus dialihfungsikan menjadi ruang belajar sementara.
Dengan hadirnya empat ruang kelas baru, kekurangan ruang belajar kini berkurang menjadi tiga ruang kelas, sementara jumlah siswa dalam setiap rombongan belajar juga menjadi lebih ideal, sekitar 30 siswa per kelas.
Laboratorium Kembali Berfungsi
Sebelum revitalisasi dilakukan, Laboratorium Biologi, Laboratorium Kimia, Laboratorium Komputer, hingga aula sekolah digunakan sebagai ruang kelas darurat akibat keterbatasan fasilitas.
Kini, seluruh laboratorium telah kembali difungsikan sesuai peruntukannya sebagai ruang praktik pembelajaran sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar siswa.
Perbaikan fasilitas tersebut juga disebut meningkatkan minat masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke SMAN 8 Kupang.
Masih Membutuhkan UKS dan Pagar Sekolah
Meski kondisi sekolah telah membaik, SMAN 8 Kupang masih memiliki sejumlah kebutuhan infrastruktur.
Pihak sekolah masih berharap adanya pembangunan tiga ruang kelas tambahan, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), pagar pengaman sekolah, serta perataan lahan berkarang yang masih tersisa di area depan sekolah.
Keberadaan ruang UKS dinilai mendesak mengingat selama ini siswa yang mengalami kondisi darurat kesehatan harus mendapatkan penanganan sementara di ruang kesiswaan sebelum dirujuk ke puskesmas.
Pihak sekolah berharap pemerintah dapat melanjutkan dukungan revitalisasi sehingga seluruh kebutuhan sarana pendidikan dapat terpenuhi dan proses belajar mengajar berlangsung lebih aman, nyaman, dan berkualitas.








