JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempublikasikan pengumuman Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya di lingkungan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Tahun 2026.
Pengumuman tersebut diterbitkan pada 3 September 2026 dan ditujukan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses seleksi terbuka. Jabatan yang dibuka dalam seleksi ini adalah Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI pada jenjang Eselon I.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal ASN Karier Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan memiliki sejumlah persyaratan khusus yang perlu diperhatikan calon peserta.
Jabatan Deputi Pengkajian Strategik Dibuka
Dalam pengumuman Nomor PENG/48/VIII/2026, Panitia Seleksi Terbuka JPT Madya Lemhannas RI menyatakan hanya satu jabatan yang dibuka, yaitu Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI.
Jabatan tersebut berada pada jenjang Eselon I dan menjadi posisi strategis dalam lingkungan Lemhannas RI.
Seleksi dilakukan secara terbuka untuk memberikan kesempatan kepada PNS yang memenuhi persyaratan kompetensi, kepangkatan, pengalaman, integritas, serta persyaratan administratif lainnya.
Pendaftaran Dibuka hingga 9 September 2026
Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui laman ASN Karier BKN.
Berdasarkan pengumuman resmi, pendaftaran berlangsung mulai 20 Agustus hingga 9 September 2026, paling lambat pukul 23.59 WIB.
Seluruh dokumen lamaran harus diunggah dalam bentuk softcopy atau hasil pemindaian berwarna yang terlihat jelas dan dapat dibaca.
Sebagian besar dokumen menggunakan format PDF, sedangkan pas foto menggunakan format JPG atau JPEG.
Calon peserta perlu memastikan seluruh dokumen telah lengkap sebelum batas waktu pendaftaran berakhir.
Syarat Utama Calon Peserta
Seleksi ini memiliki sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Beberapa syarat utama antara lain:
- Berstatus PNS.
- Berusia paling tinggi 58 tahun 0 bulan saat pelantikan. Pelamar diutamakan berusia maksimal 57 tahun saat mendaftar.
- Sehat jasmani dan rohani.
- Memiliki pangkat minimal Pembina Utama Muda (IV/c).
- Pendidikan paling rendah S-1 atau Diploma IV, dengan prioritas lulusan S-2.
- Memiliki kompetensi teknis, manajerial, serta sosial kultural sesuai standar kompetensi jabatan.
- Memiliki pengalaman dalam bidang tugas yang terkait dengan jabatan yang akan diduduki paling singkat 7 tahun secara kumulatif.
- Sedang atau pernah menduduki JPT Pratama atau Jabatan Fungsional Ahli Utama paling singkat 2 tahun.
- Memiliki rekam jejak, integritas, dan moralitas yang baik.
- Seluruh unsur penilaian prestasi kerja minimal bernilai baik dalam dua tahun terakhir.
Selain itu, peserta tidak boleh sedang atau pernah menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau berat dalam lima tahun terakhir.
Peserta juga diwajibkan memenuhi ketentuan terkait perkara hukum, pelaporan SPT Tahunan dan LHKPN, serta mendapatkan rekomendasi atau persetujuan dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).
Wajib Lulus Pendidikan Kepemimpinan
Persyaratan lainnya berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan.
Calon peserta harus telah mengikuti dan lulus Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II. Pelamar yang telah lulus Diklatpim Tingkat I lebih diutamakan.
Peserta juga diutamakan telah mengikuti pendidikan penyiapan dan pemantapan pimpinan nasional, seperti P4N/PPRA Lemhannas RI atau P3N/PPSA Lemhannas RI.
Persyaratan tersebut menunjukkan bahwa seleksi diarahkan kepada kandidat yang telah memiliki pengalaman kepemimpinan dan kompetensi yang relevan dengan jabatan pimpinan tinggi madya.
Dokumen yang Harus Disiapkan
Calon peserta juga harus menyiapkan berbagai dokumen administrasi.
Dokumen yang diminta antara lain:
- KTP.
- Kartu NPWP.
- Pas foto terbaru berlatar belakang merah.
- Ijazah dan transkrip nilai pendidikan terakhir.
- SK pengangkatan dalam jabatan terakhir.
- SK pangkat terakhir.
- Penilaian prestasi kerja tahun 2024 dan 2025.
- Bukti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan yang dimiliki.
- Bukti telah menyerahkan SPT Tahunan 2025.
- Tanda terima LHKPN Tahun 2025 bagi yang wajib melapor.
- Surat keterangan sehat jasmani dan rohani.
- Surat keterangan bebas narkoba beserta hasil pemeriksaan laboratorium.
- Surat lamaran.
- Daftar riwayat hidup.
- Surat pernyataan terkait hukuman pidana, perdata dan disiplin.
- Surat pernyataan tidak memiliki afiliasi atau menjadi pengurus maupun anggota partai politik.
- Surat persetujuan PPK untuk mengikuti seleksi.
- Surat pernyataan bersedia mutasi ke Lemhannas RI apabila diterima.
- Pakta integritas.
Seluruh dokumen harus diunggah sesuai format dan penamaan yang telah ditentukan dalam lampiran pengumuman.
Seleksi Tidak Dipungut Biaya
Panitia menegaskan bahwa proses Seleksi Terbuka JPT Madya Lemhannas RI Tahun 2026 tidak dikenakan biaya atau pungutan dalam bentuk apa pun.
Peserta juga diwajibkan mengikuti seluruh tahapan seleksi.
Apabila peserta tidak mengikuti salah satu tahapan yang telah ditentukan, peserta dianggap mengundurkan diri dan tidak dapat mengikuti tahapan berikutnya.
Peserta juga bertanggung jawab untuk mengikuti perkembangan informasi seleksi melalui kanal resmi Lemhannas RI.
Ada Empat Tahapan Seleksi Utama
Proses seleksi terdiri atas beberapa tahapan.
Tahapan tersebut meliputi:
1. Penelusuran rekam jejak
Tahap ini dijadwalkan pada 10 September 2026 dan menjadi bagian dari penilaian terhadap rekam jejak calon peserta.
2. Seleksi administrasi
Seleksi administrasi juga dijadwalkan pada 10 September 2026.
3. Penulisan makalah
Peserta yang lolos tahap administrasi akan mengikuti seleksi kompetensi teknis berupa penulisan makalah secara daring pada 15 September 2026.
4. Assessment Center dan wawancara
Assessment Center dijadwalkan pada 22–24 September 2026, sedangkan wawancara dilaksanakan secara luring pada 28 September 2026.
Setiap tahap memiliki bobot penilaian berbeda.
Wawancara Memiliki Bobot Terbesar
Komposisi penilaian dalam seleksi juga telah ditetapkan.
Berikut pembobotannya:
| Tahapan | Bobot |
|---|---|
| Rekam jejak | 20% |
| Penulisan makalah | 20% |
| Assessment Center | 25% |
| Wawancara | 35% |
Dengan bobot 35 persen, wawancara menjadi komponen penilaian terbesar dalam keseluruhan proses seleksi.
Sementara itu, penilaian rekam jejak dan penulisan makalah masing-masing memiliki bobot 20 persen, sedangkan Assessment Center memiliki bobot 25 persen.
Hanya Empat Peserta Lanjut ke Tahap Berikutnya
Persaingan seleksi juga cukup ketat.
Panitia menetapkan hanya empat pelamar dengan nilai terbaik dari gabungan seleksi administrasi dan penulisan makalah yang berhak melanjutkan ke tahap Assessment Center dan wawancara.
Dengan mekanisme tersebut, peserta tidak hanya dituntut memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga harus memiliki kemampuan menyusun gagasan dan analisis melalui penulisan makalah.
Pengumuman Tiga Besar pada Oktober
Setelah seluruh rangkaian seleksi dilaksanakan, panitia akan mengumumkan tiga besar pada 19 Oktober 2026.
Sementara itu, pengumuman hasil akhir dijadwalkan pada 2 November 2026.
Jadwal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan panitia seleksi.
Karena itu, peserta diwajibkan aktif mengikuti informasi terbaru melalui kanal resmi yang telah ditentukan.
Ada Pakta Integritas dan Larangan KKN
Integritas menjadi salah satu aspek penting dalam seleksi JPT Madya Lemhannas RI.
Peserta diwajibkan menandatangani pakta integritas yang antara lain menyatakan tidak akan melakukan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Peserta juga menyatakan tidak akan melakukan komunikasi yang mengarah pada KKN serta tidak memberikan sesuatu yang dapat dikategorikan sebagai suap atau gratifikasi.
Apabila mengetahui adanya indikasi KKN, peserta diwajibkan melaporkannya kepada pihak yang berwenang.
Peserta yang Lulus Harus Bersedia Mutasi
Persyaratan lain yang perlu diperhatikan adalah kesediaan untuk berpindah instansi.
Calon peserta wajib membuat surat pernyataan bersedia mutasi ke lingkungan Lemhannas RI apabila diterima sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Madya.
Ketentuan ini perlu dipahami sejak awal oleh PNS yang ingin mengikuti seleksi karena berkaitan langsung dengan konsekuensi apabila peserta dinyatakan lulus dan terpilih.
Kesimpulan
Seleksi Terbuka JPT Madya Lemhannas RI Tahun 2026 resmi diumumkan melalui laman Kemendikdasmen pada 3 September 2026.
Satu jabatan yang dibuka adalah Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI pada jenjang Eselon I.
Seleksi diperuntukkan bagi PNS yang memenuhi berbagai persyaratan, antara lain memiliki pangkat minimal Pembina Utama Muda (IV/c), pendidikan minimal S-1/D-IV, pengalaman terkait paling sedikit tujuh tahun, serta pengalaman menduduki JPT Pratama atau Jabatan Fungsional Ahli Utama minimal dua tahun.
Pendaftaran berlangsung secara daring melalui ASN Karier BKN hingga 9 September 2026 pukul 23.59 WIB.
Rangkaian seleksi kemudian dilanjutkan dengan penelusuran rekam jejak, seleksi administrasi, penulisan makalah, Assessment Center dan wawancara. Hanya empat peserta dengan nilai terbaik dari gabungan administrasi dan penulisan makalah yang dapat melanjutkan ke Assessment Center dan wawancara.
Pengumuman tiga besar dijadwalkan 19 Oktober 2026, sedangkan hasil akhir akan diumumkan pada 2 November 2026.
Bagi PNS yang memenuhi persyaratan dan berminat mengikuti seleksi, ketelitian dalam menyiapkan dokumen serta mengikuti seluruh jadwal menjadi hal yang sangat penting.












