Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka program pelatihan menulis bagi siswa sekolah dasar, khususnya kelas 1 dan 2 SD. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemampuan literasi dan menulis sejak pendidikan dasar.
Penguatan kemampuan menulis menjadi perhatian pemerintah karena keterampilan tersebut perlu dibangun sejak usia sekolah. Pada 2026, Kemendikdasmen juga menyiapkan berbagai program penguatan literasi, termasuk penyediaan buku bacaan bermutu dan dukungan perlengkapan menulis bagi siswa kelas awal SD.
Siswa Kelas 1 dan 2 Bisa Mengikuti
Program pelatihan ini ditujukan untuk siswa kelas 1 dan 2 SD. Kegiatan dirancang agar kemampuan menulis anak dapat berkembang secara bertahap sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan mereka.
Pelatihan diharapkan tidak sekadar mengajarkan anak menulis secara teknis, tetapi juga mendorong mereka untuk menuangkan ide, pengalaman, dan imajinasi melalui tulisan.
Kemampuan menulis sendiri merupakan keterampilan produktif yang dapat dikembangkan melalui latihan dan pembiasaan.
Apa Syarat Mengikutinya?
Calon peserta perlu memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam program. Siswa kelas 1 atau 2 SD menjadi sasaran utama kegiatan tersebut.
Orang tua dan sekolah juga perlu memastikan data serta dokumen yang dipersyaratkan telah disiapkan sebelum melakukan pendaftaran. Informasi teknis mengenai mekanisme pendaftaran dan ketentuan peserta perlu diperhatikan agar calon peserta tidak melewatkan tahapan yang ditentukan.
Dorong Budaya Menulis Sejak Dini
Program ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat budaya literasi di sekolah. Selain membaca, kemampuan menulis menjadi bagian penting dari proses pembelajaran karena membantu anak mengembangkan kemampuan berkomunikasi, mengolah gagasan, dan mengekspresikan diri.
Kemendikdasmen pada 2026 juga menargetkan pencetakan dan pengiriman buku bacaan bermutu ke 27.627 satuan pendidikan jenjang SD dan SMP. Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada siswa kelas awal SD melalui dukungan pembelian buku tulis dan alat tulis.
Dengan berbagai program tersebut, penguatan literasi diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga berkembang menjadi kemampuan menulis dan menghasilkan karya.









