Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk SMA dan SMK negeri di Solo dan Sukoharjo telah resmi berakhir. Meski seluruh tahapan seleksi telah selesai, masih terdapat 155 kursi yang belum terisi karena sejumlah calon murid yang dinyatakan lolos tidak melakukan daftar ulang hingga batas waktu yang ditetapkan.
Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah VII Jawa Tengah memastikan kursi yang kosong tersebut tidak akan dibuka kembali melalui seleksi tambahan. Keputusan ini diambil untuk menjaga pelaksanaan SPMB tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memberikan kepastian terhadap proses penerimaan yang telah selesai dilaksanakan.
Berdasarkan data Cabdin Wilayah VII, terdapat 15.736 pendaftar pada SPMB tahun ini. Dari jumlah tersebut, 15.478 calon murid telah menyelesaikan proses verifikasi. Adapun total daya tampung SMA dan SMK negeri di wilayah Solo dan Sukoharjo mencapai 14.524 kursi.
Menurut pihak Cabdin, adanya kursi yang tidak terisi menunjukkan bahwa lulusan SMP kini memiliki pilihan pendidikan yang semakin beragam. Selain melanjutkan ke SMA atau SMK negeri, banyak peserta didik yang memilih bersekolah di sekolah swasta, madrasah, maupun satuan pendidikan di luar daerah sesuai kebutuhan dan pertimbangan masing-masing.
Kondisi tersebut juga mencerminkan bahwa akses pendidikan menengah semakin terbuka dengan berbagai alternatif pilihan bagi masyarakat. Pemerintah berharap seluruh lulusan SMP tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, baik di sekolah negeri maupun swasta, sehingga hak memperoleh pendidikan tetap terpenuhi.
Berakhirnya SPMB 2026 menjadi penanda dimulainya persiapan tahun ajaran baru, sementara sekolah-sekolah yang telah menyelesaikan proses penerimaan akan segera mempersiapkan kegiatan pembelajaran bagi peserta didik baru.










