Tangerang Selatan – Minat murid Indonesia terhadap penelitian dan inovasi terus menunjukkan perkembangan. Sebanyak 39.300 murid mendaftar Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026, meningkat dibandingkan 26.723 pendaftar pada tahun sebelumnya.
OPSI 2026 menjadi salah satu ajang yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) untuk mengembangkan talenta murid di bidang penelitian dan inovasi. Tahun ini, OPSI mengusung tema “Muda Berinovasi, Indonesia Berprestasi.”
250 Murid Lolos ke Tingkat Nasional
Dari seluruh peserta yang mendaftar, sebanyak 125 tim atau 250 murid berhasil menjadi finalis tingkat nasional. Mereka berasal dari 24 provinsi serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Malaysia.
Para finalis terdiri atas 60 tim jenjang SMP/MTs/sederajat dan 65 tim jenjang SMA/MA/SMK/MAK/sederajat. Mereka berkompetisi dalam berbagai bidang penelitian melalui tahapan presentasi, wawancara, pameran hasil karya, hingga Research Idea Challenge.
Dorong Murid Berpikir Kritis dan Ilmiah
OPSI tidak hanya dirancang sebagai kompetisi untuk memperoleh penghargaan. Ajang tersebut menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, analisis berbasis data, serta keterampilan memecahkan persoalan melalui penelitian.
Panduan OPSI 2026 juga menempatkan penelitian sebagai sarana untuk memperkuat literasi sains, literasi membaca, dan literasi numerasi. Murid didorong memahami proses berpikir ilmiah, mengolah data secara sistematis, serta menghasilkan kesimpulan berdasarkan penelitian.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan OPSI memberikan ruang kepada murid untuk mengembangkan rasa ingin tahu, berpikir kritis dan sistematis, menganalisis persoalan berdasarkan data, hingga menghasilkan gagasan dan solusi yang kreatif serta inovatif.
Enam Kompetensi Jadi Bekal Peserta
Selain kemampuan penelitian, peserta OPSI 2026 juga memperoleh pengembangan talenta dan karakter. Para finalis mendapatkan penguatan enam kompetensi, yaitu Critical Thinking, Communication, Collaboration, Character, Creativity, dan Citizenship.
Pengembangan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan riset tidak hanya berkaitan dengan hasil penelitian. Murid juga perlu memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kreatif, serta membangun karakter dalam proses menghasilkan karya.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga mengingatkan peserta agar menjadikan pengalaman mengikuti OPSI sebagai bagian dari proses membangun karakter. Menurutnya, prestasi yang diperoleh melalui kompetisi bukanlah akhir dari perjalanan pengembangan talenta murid.
Pemenang Berpeluang Mendapat Beasiswa
Kemendikdasmen menyiapkan dukungan lanjutan bagi para talenta yang berprestasi dalam OPSI. Para pemenang akan memperoleh kesempatan mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia yang diselenggarakan Kemendikdasmen melalui Puspresnas bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Beasiswa tersebut dirancang untuk mendukung pendidikan jenjang Sarjana (S1) atau Sarjana Terapan (D4), baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
Selain beasiswa, para pemenang juga berkesempatan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi melalui SNBP serta jalur prestasi yang diselenggarakan masing-masing perguruan tinggi sesuai ketentuan yang berlaku.
Gandeng BRIN Perkuat Kemampuan Riset
Penguatan budaya penelitian juga dilakukan melalui kolaborasi Kemendikdasmen dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kerja sama tersebut mencakup penguatan metodologi penelitian, pemahaman dasar penelitian berdasarkan kaidah ilmiah, serta pendampingan terkait etika penelitian.
Sebelumnya, Kemendikdasmen dan BRIN juga menjalin kerja sama untuk memberikan pembinaan kepada calon finalis dan pemenang OPSI yang akan mengikuti kompetisi internasional. Materi yang diberikan mencakup teknik pengambilan sampel, pengolahan data, penelusuran referensi ilmiah, penulisan laporan, dan etika riset.
Membangun Budaya Riset Sejak Sekolah
Meningkatnya jumlah pendaftar OPSI 2026 menunjukkan semakin banyak murid yang tertarik dengan kegiatan penelitian. Dari 26.723 pendaftar pada 2025 menjadi 39.300 pendaftar pada 2026.
Kemendikdasmen berharap budaya penelitian tidak berhenti ketika kompetisi berakhir. Pengalaman melakukan penelitian diharapkan menjadi bekal bagi murid untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah, mencari solusi atas persoalan di lingkungan sekitar, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat.
Dengan demikian, OPSI menjadi salah satu ruang pengembangan talenta yang menghubungkan penelitian, inovasi, karakter, dan pendidikan lanjutan bagi murid Indonesia.








