Melalui program SINIAR yang ditayangkan pada 21 Februari lalu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menghadirkan kisah inspiratif dari seorang guru non-ASN yang mengabdi di daerah.
Ribut Santoso, guru non-ASN di SDN Pagowan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berbagi cerita mengenai realisasi penyaluran tunjangan guru yang kini ia terima secara rutin. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru non-ASN.
Pak Ribut menjelaskan bahwa tunjangan yang ditransfer setiap bulan langsung ke rekening pribadinya memberikan dampak nyata bagi kehidupannya. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tunjangan tersebut juga memberikan rasa aman dan motivasi tambahan untuk terus mengabdi dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, kepastian penyaluran tunjangan secara berkala membuat para guru dapat lebih fokus dalam menjalankan tugas mengajar tanpa terlalu dibebani kekhawatiran finansial. Ia pun berharap kebijakan ini dapat terus berlanjut dan dirasakan oleh lebih banyak guru di berbagai daerah.
Program SINIAR Kemendikdasmen sendiri menjadi ruang berbagi cerita dan informasi mengenai kebijakan serta praktik baik di dunia pendidikan. Melalui tayangan tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung dampak kebijakan pemerintah terhadap para pendidik di lapangan.
Kisah Pak Ribut menjadi salah satu bukti bahwa dukungan terhadap kesejahteraan guru berperan penting dalam meningkatkan semangat dan kualitas pembelajaran di sekolah.





























