- Kondisi memprihatinkan TK Negeri 10 Manado menjadi sorotan saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti berkunjung ke sekolah itu pada Selasa, 21 April 2026. Dalam pertemuan tersebut, Kepala TK Meity Linda Paat menyampaikan langsung keluhan tentang gedung sekolah yang sebelumnya jauh dari kata layak.
Ia menggambarkan bagaimana dulu dinding-dinding kelas penuh retakan dan plafon tampak mengkhawatirkan. Saat hujan turun, situasinya kian parah. Meity menceritakan bahwa ruang kelas sampai tergenang air hingga tampak seperti kolam, membuat kegiatan belajar mengajar terganggu. Tak jarang, ketika cuaca buruk, para murid akhirnya tidak datang ke sekolah karena kondisi ruang belajar yang tidak aman dan tidak nyaman.
Dalam kesempatan itu, Meity mengapresiasi program revitalisasi sekolah yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan dijalankan Kemendikdasmen. Melalui program ini, TK Negeri 10 Manado mendapatkan ruang kelas baru, ruang administrasi, dan laboratorium, sehingga lingkungan belajar berubah drastis menjadi lebih layak dan mendukung.
Menurut Meity, perubahan fasilitas tersebut berdampak langsung pada semangat seluruh warga sekolah. Guru dan murid kini lebih termotivasi datang ke sekolah karena proses belajar mengajar bisa berlangsung dengan nyaman. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti atas bantuan revitalisasi yang mulai dirasakan sejak tahun 2025.
Menanggapi curhatan tersebut, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen kuat melanjutkan revitalisasi satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Ia memaparkan bahwa pada 2025, Kemendikdasmen telah merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan, jauh melampaui target awal 10.440.
Untuk tahun 2026, jumlah itu akan ditingkatkan menjadi 71.744 satuan pendidikan melalui kombinasi pagu awal 11.744 dan tambahan 60.000 satuan pendidikan sesuai janji Presiden Prabowo. Khusus di Sulawesi Utara, terdapat 248 satuan pendidikan yang tersentuh program ini, termasuk 18 sekolah di Kota Manado dengan total anggaran sekitar Rp231 miliar.7h















