Di tengah maraknya kritik terhadap mahalnya biaya seragam sekolah di berbagai daerah, aksi berbeda justru ditunjukkan oleh para guru di SMPN 18 Mataram. Dengan penuh kepedulian, para guru secara sukarela patungan untuk membelikan seragam bagi calon siswa mereka.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa peran guru tidak hanya sebatas mengajar di kelas, tetapi juga hadir langsung membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi peserta didik. Aksi solidaritas tersebut mendapat perhatian luas karena dinilai mencerminkan nilai kemanusiaan dan kepedulian dalam dunia pendidikan.
Di saat banyak pihak menyoroti tingginya biaya pendidikan, terutama terkait seragam sekolah, para guru di SMPN 18 Mataram justru menunjukkan bahwa solusi bisa lahir dari empati dan kebersamaan.
Tindakan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk lebih peka terhadap kondisi ekonomi siswa, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.














