Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mendorong pesantren di seluruh Indonesia untuk mulai memasuki era digital melalui pemanfaatan teknologi pendidikan dan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini dinilai penting agar para santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing di tengah perkembangan dunia digital yang semakin pesat.
Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar dalam mencetak generasi yang berkarakter kuat. Dengan dukungan teknologi, proses pembelajaran di pesantren dapat semakin adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisi yang telah mengakar.
Santri diharapkan mampu menguasai keterampilan digital, termasuk literasi teknologi dan pemanfaatan AI, sehingga dapat berkontribusi di berbagai sektor. Meski demikian, penguatan karakter kebangsaan dan nilai moral tetap menjadi fondasi utama dalam pendidikan di pesantren.
Dorongan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya religius, tetapi juga kompetitif di tingkat global, serta mampu menghadapi tantangan era transformasi digital.










