Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) menjadi salah satu ikhtiar utama untuk mewujudkan cita-cita ideal pendidikan nasional dan membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh.
Dalam naskah pidato peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Jakarta, Mu’ti menggarisbawahi pentingnya perubahan cara belajar di dalam kelas. Ia mengutip sebuah adagium populer, “Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas.” Menurutnya, Pembelajaran Mendalam adalah bentuk konkret dari upaya memperbaiki proses belajar-mengajar agar lebih bermakna dan berdampak langsung pada kualitas peserta didik.
Mu’ti menyampaikan bahwa arah kebijakan tersebut sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, di mana pendidikan dipandang sebagai usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh demi mewujudkan negara yang maju, makmur, dan bermartabat. Berangkat dari landasan itu, Kemendikdasmen menetapkan pendekatan Deep Learning sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan sekaligus mencapai tujuan pendidikan nasional.
Untuk mendukung hal tersebut, Kemendikdasmen merumuskan lima kebijakan strategis: revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, penguatan karakter warga sekolah, peningkatan literasi dan numerasi murid, serta perluasan akses pendidikan yang lebih merata.
Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen juga menjelaskan filosofi logo Hardiknas 2026 yang menggambarkan semangat transformasi pendidikan. Siluet manusia yang bergerak dinamis mencerminkan semesta pendidikan yang siap berperan aktif mendukung visi “#PendidikanBermutuUntukSemua”, sekaligus melambangkan revitalisasi satuan pendidikan melalui perbaikan sarana prasarana, penguatan ekosistem sekolah, dan pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia.



