Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui program kemitraan di Kota Solo menunjukkan hasil yang beragam di sejumlah sekolah. Meski pemerintah telah menyediakan kuota khusus, tidak seluruh kursi berhasil terisi hingga proses daftar ulang selesai.
Panitia SPMB SMA Muhammadiyah 2 Solo, Judin, mengungkapkan bahwa sekolahnya memperoleh kuota sebanyak 36 kursi untuk program kemitraan. Namun, hingga tahapan daftar ulang yang berakhir pada Kamis (25/6), hanya tujuh siswa yang dipastikan menjadi peserta didik baru.
Sebelumnya terdapat delapan calon siswa yang dinyatakan lolos seleksi, tetapi satu di antaranya tidak melakukan daftar ulang. Meski demikian, capaian tersebut dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Pada pelaksanaan program kemitraan tahun 2025, SMA Muhammadiyah 2 Solo hanya menerima empat siswa melalui jalur yang sama.
Judin menegaskan bahwa seluruh siswa program kemitraan memperoleh hak dan layanan yang sama dengan siswa reguler. Selama tiga tahun masa pendidikan, seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh sekolah. Bahkan, bagi siswa afirmasi program kemitraan, sekolah juga membebaskan biaya seragam sehingga mereka dapat mengikuti pembelajaran tanpa beban biaya tambahan.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di SMK Bhinneka Karya (BK) Solo. Admin SPMB Afirmasi SMK BK Solo, Riyanto Sugeng Widodo, menjelaskan bahwa kuota sebanyak 36 siswa sempat terisi penuh saat pengumuman hasil seleksi. Namun, hingga proses daftar ulang selesai, hanya 34 siswa yang mengonfirmasi kehadiran karena dua siswa memutuskan mengundurkan diri.
Program kemitraan diharapkan terus menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi siswa yang membutuhkan. Selain memberikan kesempatan belajar di sekolah swasta mitra, program ini juga membantu memastikan peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang setara tanpa membedakan status penerimaan.









