Kudus, Jawa Tengah – Transformasi digital di dunia pendidikan terus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih inklusif. Hal ini terlihat di SLBN Purwosari Kudus, di mana peserta didik berkebutuhan khusus kini memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP), video berbasis Artificial Intelligence (AI), dan buku digital sebagai bagian dari proses pembelajaran sehari-hari.
Dengan penuh antusias, para murid menyimak video pembelajaran berbasis AI, membaca buku digital melalui laman budi.kemendikdasmen.go.id, menjawab pertanyaan sederhana, hingga menceritakan kembali isi bacaan. Teknologi tersebut membantu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif sekaligus memperluas akses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus.
Pembelajaran Lebih Interaktif dan Bermakna
Guru Kelas Tuli SLBN Purwosari Kudus, Riska Widyanasari, menjelaskan bahwa penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) telah membawa perubahan positif dalam proses belajar mengajar.
Pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, misalnya, ia memanfaatkan video berbasis AI untuk membantu murid memahami sekaligus mempraktikkan tata cara memberikan hormat kepada Bendera Merah Putih. Selain itu, buku digital juga digunakan untuk melatih kemampuan membaca dan memahami isi bacaan.
“IFP sangat membantu proses pembelajaran, terutama di SLB karena pembelajaran menjadi lebih interaktif, bermakna, dan menyenangkan sesuai dengan tiga prinsip utama Pembelajaran Mendalam (Deep Learning),” ujar Riska.
Menurutnya, teknologi memungkinkan guru menyajikan gambar, video, dan aktivitas interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik setiap murid.
Murid Lebih Aktif dan Percaya Diri
Riska mengungkapkan bahwa penggunaan media digital membuat peserta didik lebih aktif mengikuti pembelajaran.
“Murid menjadi lebih aktif berpartisipasi, lebih semangat, lebih fokus, dan lebih mudah memahami materi dibandingkan saat menggunakan media pembelajaran konvensional,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan karena kemampuan setiap murid dalam menggunakan teknologi tidak sama. Untuk mengatasinya, guru memberikan pendampingan secara bertahap, memanfaatkan tutor teman sebaya, serta memilih media yang sederhana dan mudah digunakan.
Komitmen Pemerintah Hadirkan Pendidikan untuk Semua
Praktik pembelajaran di SLBN Purwosari Kudus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan inklusif melalui transformasi digital.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa seluruh anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang berkualitas, termasuk anak berkebutuhan khusus maupun anak di wilayah 3T, daerah bencana, dan wilayah konflik.
“Pemerintah berkomitmen memberikan layanan pendidikan untuk semua. Salah satu pendekatannya adalah terus mengembangkan pendidikan inklusif agar anak berkebutuhan khusus dapat belajar bersama teman-temannya, tumbuh rasa percaya diri, dan mengembangkan bakat serta potensinya,” ujar Mendikdasmen.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat layanan di Sekolah Luar Biasa (SLB), termasuk melalui peningkatan fasilitas dan penambahan satuan pendidikan.
Teknologi Membuka Kesempatan Belajar yang Setara
Pemanfaatan AI, Interactive Flat Panel, dan buku digital menunjukkan bahwa transformasi digital tidak sekadar menghadirkan perangkat teknologi di ruang kelas. Lebih dari itu, inovasi ini menjadi sarana untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang setara, bermakna, dan mampu mengembangkan potensi terbaiknya.
Dengan dukungan teknologi dan pendekatan pembelajaran yang inklusif, pendidikan diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan seluruh peserta didik tanpa terkecuali.









