Kami ingin memastikan paket gaji secara keseluruhan tetap kompetitif dan layanan pendidikan dapat terus menarik serta mempertahankan tenaga pendidik yang baik,” kata Kementerian Pendidikan Singapura (MOE), dikutip dari The Straits Times, Senin (16/3/2026).
Mulai 1 Oktober 2026, Pemerintah Singapura akan menaikkan gaji sekitar 36.000 tenaga pendidik sebesar 2% hingga 9%. Kebijakan ini mencakup guru, allied educators, hingga pendidik taman kanak-kanak (TK) di bawah MOE.
Bagi Singapura, guru bukan sekadar profesi, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas pendidikan. Karena itu, selain penyesuaian gaji, pemerintah juga terus membuka kesempatan bagi para pendidik untuk mengembangkan kompetensi sepanjang karier mereka.
Menteri Pendidikan Singapura, Desmond Lee, menegaskan:
“Para pendidik kita adalah jantung dari sistem pendidikan. Hari demi hari, mereka melakukan lebih dari yang diharapkan untuk membimbing siswa dan mendukung perjalanan belajar mereka.”
Meski begitu, serikat guru di Singapura mengingatkan bahwa kesejahteraan tidak hanya soal gaji. Beban kerja, jenjang karier, serta keseimbangan kehidupan kerja juga menjadi faktor penting agar profesi guru tetap diminati dalam jangka panjang.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa membangun pendidikan yang berkualitas tidak cukup hanya dengan kurikulum yang baik. Dibutuhkan pula komitmen nyata untuk menjaga kesejahteraan dan profesionalisme para guru yang menjadi ujung tombak pembelajaran.









