Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan uang pembinaan bagi peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 jenjang pendidikan menengah tidak jadi dipangkas. Besaran apresiasi tersebut akhirnya dipertahankan sama seperti penyelenggaraan OSN 2025.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan kepastian tersebut saat penutupan dan penganugerahan OSN 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu, 19 September 2026.
Juara SMA Dapat Rp25 Juta
Untuk jenjang SMA, MA, SMK, MAK, dan sederajat, peraih medali emas mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp25 juta.
Sementara itu, peraih medali perak memperoleh Rp20 juta, sedangkan medali perunggu mendapatkan Rp15 juta. Nominal tersebut berlaku untuk sembilan bidang yang dipertandingkan pada OSN Pendidikan Menengah 2026.
Besaran tersebut sebelumnya sempat menjadi perhatian karena muncul informasi mengenai kemungkinan penurunan hadiah akibat pengurangan anggaran Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Pada awal September, Mendikdasmen memang menyampaikan bahwa anggaran Puspresnas mengalami pengurangan dan pemerintah sedang mencari sumber pendanaan tambahan.
Bagaimana dengan OSN SMP?
Untuk jenjang SMP/MTs dan sederajat, nominal hadiahnya berbeda dengan jenjang SMA.
Dalam keterangan Mendikdasmen, peraih medali emas mendapatkan Rp15 juta, medali perak Rp10 juta, dan medali perunggu Rp5 juta.
Sementara untuk jenjang SD/MI dan sederajat, peraih emas mendapatkan Rp15 juta, perak Rp10 juta, dan perunggu Rp5 juta.
Dengan demikian, angka Rp25 juta yang banyak diberitakan merupakan uang pembinaan untuk peraih medali emas OSN jenjang pendidikan menengah, bukan seluruh jenjang OSN.
566 Finalis Ikuti OSN Pendidikan Menengah
OSN Pendidikan Menengah 2026 diikuti 566 finalis dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi berlangsung pada 14–20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang.
Ada sembilan bidang yang dilombakan, yakni astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika, kebumian, kimia, dan matematika.
Dari 566 finalis tersebut, sebanyak 45 peserta meraih emas, 90 peserta mendapatkan perak, dan 135 peserta memperoleh perunggu.
Selain kompetisi utama, OSN 2026 juga menghadirkan Eksibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA). Pada eksibisi tersebut, dua peserta meraih emas, empat perak, dan enam perunggu.
Bukan Hanya Uang Pembinaan
Kemendikdasmen menegaskan bahwa apresiasi bagi peserta berprestasi tidak hanya berupa uang pembinaan.
Para peraih medali memiliki kesempatan mengikuti pembinaan talenta, pelatihan nasional (Pelatnas), seleksi menuju kompetisi internasional, program beasiswa, serta peluang masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan berbagai kesempatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengembangkan talenta sains secara berkelanjutan.
Hadiah OSN Akan Diupayakan Meningkat
Selain memastikan nominal hadiah 2026 tidak jadi dipangkas, Abdul Mu’ti juga menyampaikan bahwa pemerintah memiliki rencana untuk meningkatkan nilai hadiah OSN pada masa mendatang.
Sebelumnya, pemerintah sempat mendapat kritik dari masyarakat setelah nominal hadiah yang diumumkan untuk sebagian penyelenggaraan OSN 2026 dinilai turun dibandingkan tahun sebelumnya. Kemendikdasmen kemudian mengupayakan tambahan anggaran agar apresiasi bagi siswa berprestasi tetap dapat diberikan.
Dengan keputusan tersebut, peraih medali OSN Pendidikan Menengah 2026 tetap menerima uang pembinaan sesuai nominal yang disampaikan saat penutupan, dengan Rp25 juta untuk emas, Rp20 juta untuk perak, dan Rp15 juta untuk perunggu.








