Daftar Peraih Medali AI OSN 2026
Hasil Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) dalam OSN 2026 telah diumumkan. Kompetisi yang menjadi salah satu bagian baru dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang pendidikan menengah ini memberikan penghargaan kepada 12 peserta terbaik.
Dari hasil final, sebanyak 2 peserta meraih medali emas, 4 peserta memperoleh medali perak, dan 6 peserta mendapatkan medali perunggu. Selain medali dan sertifikat, para pemenang juga memperoleh beasiswa pendidikan sesuai ketentuan kompetisi.
Daftar Peraih Medali Emas
Dua siswa berhasil menjadi peraih medali emas dalam EKKA OSN 2026. Mereka adalah:
- Andra Nurhafid Nasution — SMAN Unggulan MH Thamrin, DKI Jakarta
- Giovanry Silalahi — SMAS Unggul Del, Sumatera Utara
Keduanya menjadi peserta dengan capaian tertinggi pada kompetisi kecerdasan artifisial tersebut.
Daftar Peraih Medali Perak
Empat peserta berikutnya memperoleh medali perak:
- Muhammad Shidqie Alvaro Pratomo — SMAN 8 Jakarta, DKI Jakarta
- Muhammad Farzana Al Fahad — SMAN 2 Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur
- Faizan Aidan Athaurrahman — SMA Unggulan MH Thamrin, DKI Jakarta
- Christopher Alberto Hamonangan — SMAN 8 Jakarta, DKI Jakarta
Dengan demikian, DKI Jakarta kembali mencatatkan sejumlah prestasi melalui peserta yang berhasil masuk jajaran peraih medali EKKA OSN 2026.
Daftar Peraih Medali Perunggu
Sementara itu, enam siswa yang mendapatkan medali perunggu yaitu:
- Jupiter Arshavino Raditya Mustofa — SMA Semesta, Jawa Tengah
- Rizal Aditya Muzacky — SMAN 5 Surabaya, Jawa Timur
- Felisa Louise — SMAN 2 Cirebon, Jawa Barat
- Carlos Alpine Lie — SMA Ignatius Global School, Sumatera Selatan
- Muhammad Faiq Misyal — SMAN 81 Jakarta, DKI Jakarta
- Justin Raditya Rizki — SMAS Pilar Indonesia, Jawa Barat.
EKKA Jadi Wadah Pengembangan Talenta AI
EKKA menjadi bagian dari OSN 2026 untuk memperkenalkan dan mengembangkan kemampuan kecerdasan artifisial di kalangan pelajar. Kemendikdasmen menyebut ajang ini diarahkan untuk mendorong lahirnya generasi yang mampu menjadi problem solver, inovator, peneliti, serta pengembang solusi berbasis kecerdasan artifisial.
Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Muhammad Muchlas Rowi, menekankan bahwa siswa tidak hanya diharapkan menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi yang memanfaatkan AI.
Pengembangan AI dalam pendidikan juga diarahkan agar tetap memperhatikan prinsip keamanan, transparansi, keadilan, serta manfaat bagi masyarakat.
Jadi Bagian dari Pembinaan Talenta AI Indonesia
Penyelenggaraan EKKA juga berkaitan dengan upaya membangun ekosistem pembinaan talenta kecerdasan artifisial di Indonesia. Kemendikdasmen menyebut Indonesia sebelumnya telah mengirimkan peserta ke International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI).
Peserta EKKA OSN 2026 yang lolos hingga tahap nasional juga memiliki kesempatan untuk mengikuti proses seleksi dan pembinaan menuju ajang internasional tersebut.
Dengan diumumkannya para peraih medali, EKKA OSN 2026 menjadi salah satu wadah baru bagi siswa Indonesia untuk mengasah kemampuan AI sekaligus memperkenalkan penerapan teknologi untuk menghadapi berbagai persoalan nyata.



