Jakarta – Menyelesaikan penelitian dan menulis naskah ilmiah merupakan pencapaian tersendiri bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti. Namun, pekerjaan tersebut belum selesai ketika artikel sudah ditulis.
Tahap berikutnya yang tidak kalah penting adalah memilih jurnal yang tepat dan melakukan submission. Bagi penulis yang baru pertama kali mempublikasikan karya ilmiah, proses ini terkadang membingungkan.
Mulai dari menentukan jurnal sesuai bidang penelitian, menyesuaikan format artikel, membuat akun pada sistem jurnal, hingga menghadapi proses review dan revisi, semuanya memiliki tahapan yang perlu dipahami.
Karena itu, memiliki naskah penelitian yang sudah selesai belum otomatis berarti artikel tersebut siap dikirim ke jurnal.
Jangan Langsung Submit Sebelum Memilih Jurnal
Salah satu langkah awal yang penting adalah menentukan jurnal tujuan.
Penulis sebaiknya tidak memilih jurnal hanya berdasarkan nama besar atau reputasinya. Periksa terlebih dahulu scope atau fokus dan ruang lingkup jurnal.
Pastikan topik penelitian yang dibuat memang sesuai dengan bidang yang biasa diterbitkan jurnal tersebut.
Sebagai contoh, penelitian mengenai pendidikan sebaiknya diarahkan ke jurnal yang memiliki fokus pada pendidikan, pembelajaran, kebijakan pendidikan, atau bidang lain yang relevan.
Kesesuaian topik dapat meningkatkan peluang naskah masuk ke tahap penilaian lebih lanjut.
Baca Author Guidelines dengan Teliti
Setiap jurnal memiliki aturan penulisan yang bisa berbeda.
Sebelum melakukan submission, penulis perlu membaca bagian author guidelines atau petunjuk bagi penulis yang tersedia di website jurnal.
Beberapa hal yang biasanya perlu diperhatikan antara lain:
- format dan template artikel;
- jumlah kata atau halaman;
- struktur artikel;
- format abstrak;
- aturan penulisan tabel dan gambar;
- gaya sitasi dan daftar pustaka;
- jumlah serta jenis referensi;
- ketentuan bahasa;
- format file yang harus diunggah.
Naskah yang sebenarnya memiliki penelitian bagus bisa saja harus diperbaiki jika tidak mengikuti ketentuan jurnal yang dituju.
Karena itu, menyesuaikan artikel dengan aturan jurnal sebaiknya dilakukan sebelum naskah dikirim.
Pastikan Naskah Sudah Siap secara Substansi
Selain format, isi artikel juga harus diperiksa kembali.
Artikel ilmiah pada umumnya memiliki struktur yang sistematis, seperti pendahuluan, metode penelitian, hasil, dan pembahasan. Struktur tersebut membantu pembaca memahami pertanyaan penelitian, metode yang digunakan, hasil yang diperoleh, hingga makna dari temuan penelitian.
Penulis juga perlu memastikan tujuan penelitian, metode, hasil, dan kesimpulan saling berkaitan.
Jangan sampai kesimpulan justru memuat informasi yang tidak didukung oleh hasil penelitian.
Periksa Referensi dan Sitasi
Referensi menjadi bagian penting dalam artikel ilmiah.
Sebelum submission, periksa kembali apakah semua sumber yang dikutip dalam naskah sudah tercantum di daftar pustaka. Sebaliknya, pastikan sumber yang terdapat dalam daftar pustaka memang digunakan dalam artikel.
Format sitasi juga perlu disesuaikan dengan ketentuan jurnal.
Penggunaan reference manager dapat membantu mengurangi kesalahan dalam mengelola sitasi dan daftar pustaka.
Cek Kemiripan dan Etika Publikasi
Sebelum mengirim artikel, penulis juga sebaiknya memastikan naskah terbebas dari plagiarisme.
Namun, pemeriksaan tidak hanya berkaitan dengan persentase kemiripan. Penulis harus memastikan setiap gagasan atau data yang berasal dari penelitian orang lain dicantumkan sumbernya secara benar.
Aspek etika penelitian dan publikasi juga perlu diperhatikan, termasuk persoalan data penelitian, persetujuan partisipan jika diperlukan, serta keaslian karya.
Artikel yang sudah selesai ditulis bukan berarti otomatis bebas dari persoalan etika publikasi.
Cara Submit Artikel Melalui OJS
Banyak jurnal ilmiah menggunakan Open Journal System (OJS) untuk mengelola proses submission dan publikasi.
Secara umum, penulis perlu membuat akun pada website jurnal, kemudian memilih menu untuk mengirimkan naskah baru.
Setelah itu, penulis mengikuti tahapan submission yang tersedia pada sistem.
Dokumen yang diminta dapat berbeda-beda. Karena itu, penulis harus membaca instruksi pada jurnal tujuan dan memastikan seluruh file yang diwajibkan sudah disiapkan.
Jangan lupa memeriksa kembali nama penulis, afiliasi, judul artikel, abstrak, kata kunci, serta informasi lainnya sebelum menekan tombol final submission.
Submission Bukan Berarti Langsung Terbit
Kesalahan pemahaman yang cukup umum adalah menganggap artikel yang sudah dikirim akan langsung diterbitkan.
Padahal, setelah submission masih terdapat proses editorial dan review.
Editor dapat melakukan pemeriksaan awal untuk melihat kesesuaian naskah dengan fokus jurnal dan persyaratan dasar. Setelah itu, artikel dapat masuk ke tahap peer review.
Reviewer kemudian memberikan penilaian dan masukan terhadap artikel.
Pada tahap inilah penulis mungkin diminta melakukan revisi.
Jangan Takut Mendapat Revisi dari Reviewer
Mendapat permintaan revisi bukan berarti penelitian tersebut gagal.
Justru, revisi merupakan bagian normal dalam proses publikasi ilmiah.
Komentar reviewer perlu dibaca secara teliti. Penulis kemudian dapat memperbaiki bagian artikel sesuai masukan yang diberikan.
Jika terdapat komentar yang menurut penulis tidak dapat diterapkan, berikan alasan secara akademis dan sopan dalam tanggapan kepada reviewer.
Karena itu, penulis sebaiknya menyiapkan response to reviewers, terutama jika jurnal meminta dokumen tersebut.
Bagaimana Jika Artikel Ditolak?
Penolakan artikel juga dapat terjadi dalam proses publikasi.
Jika mendapatkan rejection, penulis sebaiknya tidak langsung menganggap penelitian tersebut tidak memiliki nilai.
Baca alasan penolakan dan evaluasi kembali artikel. Bisa jadi masalahnya terdapat pada ketidaksesuaian scope jurnal, kualitas penulisan, metode, pembahasan, atau aspek teknis lainnya.
Setelah diperbaiki, artikel dapat dipertimbangkan untuk dikirim ke jurnal lain yang lebih sesuai.
Yang perlu dihindari adalah mengirimkan naskah yang sama secara bersamaan ke beberapa jurnal. Penulis harus memperhatikan etika publikasi dan kebijakan masing-masing jurnal.
Ada Cara untuk Mempelajari Proses Publikasi dari Awal
Bagi mahasiswa, dosen, peneliti, atau akademisi yang sudah memiliki hasil penelitian tetapi masih bingung dengan proses publikasi, pemahaman mengenai alur submission hingga review dapat dipelajari secara lebih terstruktur.
Salah satunya melalui INTENSIVE BOOTCAMP: Percepat Proses Publikasi Artikel Ilmiah dari Educativa.
Program tersebut membahas tahapan publikasi mulai dari strategi memilih jurnal, menyesuaikan artikel, memahami workflow publikasi, melakukan submission melalui OJS, hingga menghadapi proses review dan revisi. Program ini dijadwalkan berlangsung secara online melalui Zoom pada 1, 8, 15, dan 22 Oktober 2026, pukul 19.00-21.30 WIB.
Peserta juga mendapatkan sesi live class, praktik, assignment, studi kasus artikel, serta sesi tanya jawab. Program ini ditujukan antara lain bagi mahasiswa S1-S3, dosen, peneliti, dan akademisi yang telah memiliki hasil penelitian atau draft artikel tetapi masih membutuhkan pemahaman tentang proses publikasinya.
Checklist Sebelum Menekan Tombol Submit
Agar proses submission lebih lancar, penulis dapat menggunakan checklist sederhana berikut:
1. Pastikan jurnal sesuai dengan topik penelitian.
2. Baca author guidelines.
3. Gunakan template jurnal jika diwajibkan.
4. Periksa struktur dan kualitas isi artikel.
5. Periksa sitasi dan daftar pustaka.
6. Pastikan data dan hasil penelitian konsisten.
7. Periksa aspek etika dan kemiripan naskah.
8. Siapkan seluruh dokumen yang diminta.
9. Periksa kembali data penulis dan afiliasi.
10. Simpan bukti submission dan pantau akun jurnal.
Dengan checklist tersebut, risiko kesalahan teknis saat mengirim artikel dapat dikurangi.
Kesimpulan
Memiliki naskah penelitian yang sudah selesai merupakan langkah besar, tetapi perjalanan menuju publikasi belum berakhir.
Penulis masih perlu memilih jurnal yang sesuai, membaca aturan penulis, menyesuaikan format artikel, memeriksa substansi dan referensi, kemudian melakukan submission melalui sistem yang digunakan jurnal, termasuk OJS.
Setelah dikirim, artikel masih harus melewati proses editorial, review, dan kemungkinan revisi.
Jadi, jangan berhenti hanya karena bingung dengan tahap submission. Pahami alurnya, pilih jurnal yang tepat, ikuti panduan dengan teliti, dan siap menghadapi proses review. Dengan memahami seluruh tahapan tersebut, hasil penelitian memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi publikasi ilmiah yang baik.










